Mahasiswa sebagai Garda Terdepan Inovasi Agroekowisata di Daerah
- 09 Jul 2026 18:54 WIB
- Madiun
Poin Utama
- Universitas Merdeka Madiun melibatkan mahasiswa Fakultas Pertanian secara aktif dalam kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) untuk mengidentifikasi potensi wisata di desa asal mereka.
- Melalui mata kuliah Agroekowisata, mahasiswa dibekali kemampuan melakukan studi kelayakan, mitigasi risiko bencana, dan membuat laporan teknis yang dapat dijadikan acuan bagi pemerintah desa.
- Peran mahasiswa krusial dalam menjembatani riset akademis dengan kebutuhan nyata masyarakat, membantu mengisi kesenjangan informasi antara hasil riset kampus dengan implementasi di tingkat desa.
- Tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya motor penggerak dan literasi digital, sehingga keterlibatan generasi muda diperlukan untuk promosi wisata melalui media sosial agar destinasi lokal lebih dikenal luas.
RRI.CO.ID, Madiun - Perguruan Tinggi kini ditantang untuk lebih dekat dengan realitas sosial di lapangan, terutama dalam mengembangkan potensi ekonomi di pedesaan. Di Fakultas Pertanian Universitas Merdeka Madiun, mahasiswa dilibatkan secara aktif melalui kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) untuk mengidentifikasi potensi wisata di desa asal mereka. Hal tersebut diungkapkan oleh Dosen Fakultas Pertanian Universitas Merdeka Madiun, Ir. Ma'ruf Pambudi Nurwantara, STP., M.Si., IPM. saat menjadi narasumber acara Green Radio Programa 1 RRI Madiun, Sabtu 4 Juli 2026.
Melalui mata kuliah Agroekowisata, para mahasiswa dibekali kemampuan untuk melakukan studi kelayakan hingga mitigasi risiko bencana pada suatu objek wisata. Menurut Ma’ruf mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung turun ke lapangan untuk membuat laporan teknis yang bisa dijadikan acuan bagi pemerintah desa dalam memajukan daerahnya.
Ma'ruf menjelaskan bahwa peran mahasiswa sangat krusial dalam menjembatani riset akademis dengan kebutuhan nyata masyarakat. "Tujuannya adalah memang dilatar belakangi mereka mengenal daerahnya, kemudian apa yang mereka bisa lakukan, apa bagaimana mereka bisa memajukan daerahnya," ungkap Ma'ruf.
Langkah ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan informasi yang sering terjadi antara hasil riset di kampus dengan implementasi di tingkat desa. Dengan berbekal laporan dan perhitungan ekonomi yang disusun mahasiswa, kepala desa atau kelompok sadar wisata memiliki panduan nyata untuk mengeksekusi ide-ide pengembangan destinasi wisata.
Meski potensi alam di Madiun dan sekitarnya melimpah, tantangan utama yang kerap ditemui adalah kurangnya motor penggerak dan literasi digital. Oleh karena itu, keterlibatan generasi muda sangat diharapkan untuk membantu promosi wisata melalui media sosial agar destinasi lokal lebih dikenal luas oleh wisatawan luar daerah.
Kolaborasi antara pihak universitas, mahasiswa, dan masyarakat setempat ini diyakini mampu membuka mata banyak pihak bahwa desa memiliki nilai jual yang tinggi. Dengan dukungan yang tepat, kreativitas mahasiswa ini dapat menjadi kunci transformasi desa menjadi destinasi agroekowisata unggulan di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....