Lagi, Ponorogo jadi Jujugan KKN Tematik Mahasiswa IPB
- 06 Jul 2026 11:19 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Ponorogo - Ponorogo kembali menjadi jujugan kuliah kerja nyata tematik (KKNT) mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). Setidaknya ada 117 mahasiswa yang diterjunkan untuk melakukan pengabdian masyarakat selama 40 hari.
Ada tiga kecamatan yang menjadi lokus KKN Tematik mahasiswa IPB. 117 mahasiswa itu akan disebar di enam desa di wilayah Kecamatan Pulung, lima desa di Kecamatan Ngrayun, serta empat desa di Kecamatan Pudak.
Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita menyambut hangat mahasiswa KKNT IPB. Apalagi sudah keempat kalinya Ponorogo dipilih menjadi lokus KKNT.
Ia berharap mahasiswa IPB memberikan kontribusi dengan memotivasi serta mentransfer ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi kepada masyarakat di desa.
"Kami mewakili Pemerintah Kabupaten Ponorogo senang sekali karena terkait teknologi terbaru, kami akan mendapatkan ilmunya dari situ. Iya ini yang keempat kalinya, kemarin teknologi sudah kami terapkan salah satunya dalam pengemasan sate untuk oleh-oleh. Akhirnya dari KKNT itu ditemukan bagaimana sate tersebut bisa awet, misalnya dibawa ke luar negeri itu bisa aman dan tahan lama," ungkapnya, Senin (6/7/2026).
Sementara itu Dekan Fakultas Teknik dan Teknologi IPB, Prof. Slamet Budijanto mengungkapkan, Ponorogo dipilih menjadi lokus KKN Tematik karena memiliki UMKM yang banyak dan bervariasi, salah satunya sate Ponorogo yang cukup populer. Bahkan mahasiswa yang melakukan KKNT sebelumnya berhasil melakukan pengemasan dan pengawetan sate Ponorogo hingga mampu bertahan selama setahun.
"Sate Ponorogo bisa sampai satu tahun awet. Misalnya kita ekspor ke Arab Saudi waktu musim haji, ini luar biasa. Target kita mudah-mudahan bisa terealisasi, dan kita coba koordinasikan dengan Kementerian Haji, sehingga bagaimana kesempatan ini bisa kita manfaatkan," jelasnya.
Prof. Slamet menjelaskan, KKN Tematik mahasiswa ke wilayah pegunungan itu bertujuan untuk membekali sekaligus mengenalkan kepada anak didiknya akan kekayaan Indonesia. Karenanya, ia berpesan kepada 117 mahasiswa KKNT untuk mengaplikasikan ilmu dan program pemberdayaan masyarakat dengan baik.
"Pesan kita apa yang dibutuhkan masyarakat dipecahkan bersama-sama. Kami berharap KKN ini membawa masyarakat sebagai subyek pembangunan, jangan ditinggalkan, harus diberdayakan," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....