Prajurit TNI Bantu Warga Panen Jagung di tengah TMMD

  • 30 Jul 2026 17:16 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ponorogo – Kebersamaan antara TNI dan masyarakat kembali terlihat dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0802/Ponorogo. Tidak hanya fokus menyelesaikan sasaran fisik berupa pembangunan talud sungai di Dukuh Bulu, Desa Bulu Lor, anggota Satgas TMMD juga memanfaatkan waktu istirahat untuk membantu warga memanen jagung, Kamis (30/7/2026).

Sebanyak tujuh personel TNI yang dipimpin Sertu Arif Mugiono dari Lanud Iswahjudi tampak turut mengupas, memetik, hingga mengangkut hasil panen jagung milik Saimo (56), warga Dukuh Bulu, Desa Bulu Lor. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat di lokasi pelaksanaan TMMD.

Sertu Arif Mugiono mengatakan, sebagian besar anggota yang terlibat merupakan anak petani sehingga sudah terbiasa bekerja di sawah. Karena itu, mereka tidak mengalami kesulitan saat membantu proses panen jagung.

"Kami memang terbiasa dengan pekerjaan di sawah karena sebagian besar berasal dari keluarga petani. Jadi, membantu warga memanen jagung merupakan hal yang biasa bagi kami," ujarnya.

Menanggapi pertanyaan mengenai pembagian waktu dengan pekerjaan pembangunan fisik TMMD, Sertu Arif menjelaskan bahwa kegiatan membantu panen dilakukan saat waktu luang. Sementara pada malam hari, Satgas TMMD bersama warga tetap melanjutkan pekerjaan pembangunan talud sungai, termasuk bersama pemilik lahan jagung yang dipanen tersebut.

Sementara itu, Saimo mengaku senang atas kepedulian anggota Satgas TMMD yang bersedia membantu pekerjaannya di sawah. Menurutnya, hubungan antara warga dan personel TNI selama pelaksanaan TMMD telah terjalin sangat akrab.

"Kami sudah sangat akrab dengan bapak-bapak TNI. Hampir setiap hari bersama, baik saat bekerja di lokasi pembangunan talud maupun ketika bertemu di warung. Sekarang mereka juga membantu saya memanen jagung," katanya.

Saimo juga mengungkapkan hasil panen jagung tahun ini mengalami peningkatan. Dari lahan yang biasanya menghasilkan sekitar 15 karung, kini mampu mencapai 18 karung. Selain itu, harga jual jagung kering dinilai cukup baik sehingga memberikan keuntungan lebih bagi petani.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa pelaksanaan TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui berbagai aktivitas sosial yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....