Gemarikan di Kabupaten Madiun Perkuat Pemenuhan Gizi dan Cegah Stunting

  • 27 Jun 2026 15:06 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun terus mendorong masyarakat meningkatkan konsumsi ikan sebagai upaya memperkuat pemenuhan gizi keluarga dan mendukung penurunan angka stunting. Ajakan tersebut disampaikan dalam Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Kamis 25 Juni 2026.

Ketua TP PKK Kabupaten Madiun sekaligus Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto, menekankan ikan mengandung nutrisi penting yang dapat mendukung kesehatan dan kecerdasan, terutama bagi balita dan ibu hamil. Karena itu, ia mengajak masyarakat terus meningkatkan konsumsi ikan sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Erni mengungkap produksi perikanan Kabupaten Madiun mencapai 510.100 kilogram. Di sisi lain, konsumsi ikan masyarakat pada 2025 baru mencapai 14,71 kilogram per kapita per tahun.

Menurut Erni, data tersebut menjadi refleksi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan konsumsi ikan di Kabupaten Madiun. Ia menilai peningkatan konsumsi ikan harus dimulai dari lingkungan keluarga.

Ia mengajak para orang tua membiasakan anak mengonsumsi makanan bergizi yang diolah di rumah serta mengurangi konsumsi jajanan yang belum tentu memenuhi standar keamanan pangan. Menurutnya, ikan juga dapat diolah menjadi berbagai menu yang lebih menarik bagi anak, seperti sosis, bakso, nugget, dan abon tanpa mengurangi nilai gizinya.

Erni berharap Kampanye Gemarikan dapat mendorong percepatan penurunan stunting sekaligus memotivasi para ibu menyiapkan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Sudjiono, mengatakan Kampanye Gemarikan merupakan tindak lanjut program nasional untuk meningkatkan kecukupan protein masyarakat melalui konsumsi ikan.

"Kami ingin membantu masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan gizi protein yang bersumber dari ikan. Ini juga dalam rangka mencegah dan menangani stunting karena ikan kandungan proteinnya sangat tinggi," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Pemkab Madiun juga menyalurkan bantuan kepada 300 penerima manfaat, masing-masing 150 penerima di Kecamatan Kebonsari dan 150 penerima di Kecamatan Dolopo. Bantuan tersebut berupa ikan nila segar serta paket olahan ikan.

Ia juga menyampaikan tingkat konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Madiun masih berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur yang mencapai sekitar 22 kilogram per kapita per tahun.

Untuk meningkatkan konsumsi ikan, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan budidaya ikan air tawar karena Kabupaten Madiun tidak memiliki wilayah laut. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi sekaligus memenuhi kebutuhan ikan masyarakat.

"Kami terus mendorong para pembudidaya ikan agar produksi meningkat sehingga hasilnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Madiun," pungkas Sudjiono.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....