Jatim Gelar Tanam Tebu Serentak, Magetan Siapkan 1.200 Hektare Lahan Bongkar Ratoon

  • 18 Jun 2026 12:33 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan: Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar panen dan tanam tebu serentak melalui Program Bongkar Ratoon Tebu yang diikuti sejumlah daerah sentra tebu, di antaranya Kabupaten Malang, Situbondo, Mojokerto, Magetan dan Bojonegoro.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai upaya meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung swasembada gula nasional, Kamis (18/6/2026)

Di Kabupaten Magetan, program Bongkar Ratoon tercatat mencakup lahan seluas 1.200 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 400 hektare tebu siap dipanen dan hasilnya akan dipasok ke PG Poerwodadi.

Di lahan tebu Desa Kedungguwo, Kecamatan Sukomoro, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mengatakan, program Bongkar Ratoon diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani tebu. Sebab, melalui peremajaan tanaman tersebut, kualitas tebu dan rendemen yang dihasilkan diharapkan menjadi lebih baik.

"Tanaman tebu yang dibongkar dan ditanam kembali akan menghasilkan tanaman baru dengan kualitas yang lebih baik. Harapannya, produktivitas meningkat dan pendapatan petani tebu juga semakin baik," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa peningkatan produktivitas tebu tidak hanya bergantung pada kualitas bibit, tetapi juga pada tata kelola panen, kapasitas pabrik gula, hingga kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam proses penebangan.

Menurut Khofifah, keberhasilan program Bongkar Ratoon harus dibangun melalui penguatan ekosistem industri gula secara menyeluruh, mulai dari proses budidaya, panen, pascapanen hingga pemasaran hasil produksi.

Ia menilai pendampingan kepada petani dan tenaga penebang sangat penting agar proses panen dilakukan sesuai standar sehingga dapat mendukung peningkatan rendemen. Selain itu, kualitas bibit dan penerapan teknologi juga menjadi faktor penting dalam mengembalikan produktivitas tebu yang pernah mencapai angka tinggi.

"Program Bongkar Ratoon tidak cukup hanya berbicara soal peremajaan tanaman dan produktivitas. Kita harus membangun ekosistem industri gula secara menyeluruh agar kesejahteraan petani dapat meningkat," kata Khofifah.

Khofifah juga menekankan pentingnya menjaga pasar gula konsumsi agar tidak bersaing secara langsung dengan gula rafinasi yang diperuntukkan bagi kebutuhan industri. Menurutnya, pemisahan kedua segmen pasar tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha para petani tebu.

Di sisi lain, General Manager PG Poerwodadi Magetan, Pilipus Setijawirawan, menyebut target Program Bongkar Ratoon di Kabupaten Magetan tahun ini mencapai 1.200 hektare. Hingga saat ini, realisasi yang telah tercapai sekitar 1.000 hektare, sedangkan sisanya sekitar 200 hektare masih dalam proses penyelesaian.

Program tersebut, kata Pilipus, juga berjalan di wilayah kerja PG Poerwodadi dan PG Rejosari. Bibit yang digunakan merupakan varietas baru dengan kombinasi tanaman masak awal dan masak lambat, sehingga diharapkan dapat mendukung distribusi masa panen dan meningkatkan produktivitas.

Pilipus mengakui kebutuhan tenaga tebang di Magetan masih banyak dipenuhi pekerja dari luar daerah. Karena itu, pihaknya mulai menyiapkan langkah mekanisasi sebagai solusi atas semakin berkurangnya jumlah tenaga penebang dari tahun ke tahun.

Melalui Program Bongkar Ratoon Tebu yang dilaksanakan serentak di sejumlah daerah sentra tebu Jawa Timur, pemerintah berharap produktivitas dan rendemen tebu dapat terus meningkat, sehingga berdampak pada naiknya pendapatan dan kesejahteraan petani serta memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu lumbung gula nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....