Ratusan Personel Disiapkan untuk Amankan Suroan dan Suran Agung di Kota Madiun

  • 13 Jun 2026 11:37 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun - Pengamanan menjelang kegiatan pada Bulan Suro atau Muharam 1448 Hijriah/ 2026 Masehi, di Kota Madiun mulai disiapkan. Rencananya ratusan personel gabungan akan diturunkan saat kegiatan Suroan yang diadakan perguruan pencak silat PSHT dan kegiatan Suran Agung yang dilaksanakan oleh Perguruan pencak silat PSHW TM, di Kota Madiun.

Rencana pengamanan kegiatan besar perguruan pencak silat itu, dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) menjaga kondusivitas jelang Suroan dan Suran Agung, yang berlangsung di gedung Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Madiun, Kamis 11 Juni 2026.

Rakor tersebut, dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun dan diikuti Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H, perwakilan dari TNI, pejabat dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Madiun, serta perwakilan perguruan pencak silat PSHT dan PSHW TM.

Bagus mengatakan, Bulan Suro merupakan agenda tahunan yang sarat nilai budaya dan spiritual, sehingga seluruh pihak harus bersinergi untuk menjaga keamanan dan ketertiban. "Seluruh stakeholder memperkuat koordinasi, mengantisipasi potensi kerawanan, serta menjadikan Kota Madiun sebagai contoh daerah yang damai dan menjunjung tinggi persaudaraan", ujar dia.

Sementara itu, Kapolres Madiun Kota mengatakan, Operasi Aman Suro 2026 akan melibatkan personel gabungan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur pengamanan internal perguruan pencak silat. "Sebanyak 829 personel disiapkan untuk pengamanan kegiatan Suroan PSHT dan 838 personel untuk Suran Agung PSHW TM," ujar dia.

Kapolres mengajak, seluruh warga dan seluruh keluarga besar perguruan pencak silat untuk bersama-sama menjaga situasi Kota Madiun tetap aman dan kondusif. "Bulan Suro adalah momentum mempererat persaudaraan, bukan ajang menunjukkan kekuatan. Dengan sinergi semua pihak, kami optimistis seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar," ujar dia.

Selain pengamanan, Kapolres menjelaskan, selama ini petugas Polres Madiun Kota juga telah melakukan berbagai langkah preventif. Seperti penindakan balap liar, peredaran minuman keras, pembentukan tim reaksi cepat, serta peningkatan patroli, hingga sambang ke lingkungan masyarakat maupun lokasi latihan perguruan pencak silat.

Untuk informasi, dalam rakor tersebut, seluruh pihak telah berkomitmen mendukung pelaksanaan kegiatan agar berjalan aman, tertib, dan lancar. Pengurus PSHT maupun PSHW TM menyatakan kesiapan untuk mematuhi seluruh ketentuan pengamanan, mengerahkan pengamanan internal, serta mengedepankan koordinasi dengan aparat keamanan.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan penandatanganan Maklumat Aman Suro 2026 yang memuat sejumlah ketentuan. Di antaranya; larangan penggunaan atribut perguruan saat keberangkatan dan kepulangan; kewajiban menggunakan kendaraan roda empat tertutup; larangan penggunaan pengeras suara; kepatuhan terhadap lokasi parkir yang telah ditentukan; serta larangan adanya penggembira dalam rangkaian kegiatan Suroan dan Suran Agung.

Melalui rakor dan penandatanganan maklumat tersebut, seluruh unsur yang hadir sepakat untuk menjaga situasi keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif. Serta mewujudkan pelaksanaan Bulan Suro 2026 yang aman, tertib, damai, dan penuh makna bagi seluruh masyarakat Kota Madiun

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....