Jembatan Impian Warga Dukuh Bibis Mulai Terwujud lewat Program TMMD

  • 26 Jul 2026 16:20 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ponorogo – Pembangunan jembatan di Dukuh Bibis, Desa Bulu Lor, menjadi salah satu sasaran fisik utama Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0802/Ponorogo. Proses pengerjaan dilakukan dengan penuh ketelitian mengingat kondisi medan yang cukup menantang, Sabtu (25/7/2026).

Jembatan tersebut dibangun pada titik persilangan jalan dan sungai dengan kemiringan sekitar 30 derajat. Selain itu, kedalaman sungai yang mencapai lebih dari lima meter dari permukaan jalan mengharuskan tim pelaksana melakukan perhitungan teknis secara cermat agar konstruksi yangotong royong menyiapkan begisting sebagai cetakan cor beton.

Mereka melakukan pengukuran ketinggian, kerancah yang menopang begisting dipasang setinggi sekitar lima meter dari dasar sungai. Struktur penyangga tersebut dibuat dari ratusan batang bambu ori yang dipilih karena dibangun aman dan kokoh.

Di lokasi pekerjaan, anggota Satgas TMMD bersama warga Dukuh Bibis tampak bergotong royong menyiapkan begisting sebagai cetakan cor beton. Mereka melakukan pengukuran ketinggian, kerataan, hingga kesikuan konstruksi menggunakan berbagai alat ukur, mulai dari waterpas hingga laser waterpas untuk memastikan hasil pekerjaan sesuai standar.

Perancah yang menopang begisting dipasang setinggi sekitar lima meter dari dasar sungai. Struktur penyangga tersebut dibuat dari ratusan batang bambu ori yang dipilih karena memiliki kekuatan untuk menopang beban pengecoran di medan yang cukup ekstrem.

Tim teknik pembangunan jembatan yang dipimpin Peltu Daldiri terus mengawal setiap tahapan pekerjaan. Sementara itu, personel Satgas TMMD lainnya bertugas menyiapkan dan mendistribusikan material sesuai kebutuhan tim teknik.

Di sisi lain, masyarakat Dukuh Bibis turut berpartisipasi dengan membersihkan area sekitar lokasi pembangunan sehingga proses pekerjaan dapat berjalan lancar. Sinergi antara TNI dan masyarakat terlihat kuat selama pelaksanaan pembangunan.

Kehadiran warga dalam setiap tahapan pekerjaan menjadi wujud nyata semangat gotong royong demi mewujudkan jembatan yang telah lama dinantikan.

Salah seorang warga, Marmun (72), mengaku bersyukur pembangunan jembatan akhirnya dapat direalisasikan melaluiembatan ini sejak lama. Sekarang masyarakat banyak yang memiliki sepeda motor, bahkan mengangkut hasil panen menggunakan mobil, sehingga keberadaan jembatan ini sangat penting bagi kami

"Alhamdulillah jembatan ini dibangun bapak-bapak TNI. Kami sudah mengharapkan pembangunan jembatan ini sejak lama. Sekarang masyarakat banyak yang memiliki sepeda motor, bahkan mengangkut hasil panen menggunakan mobil, sehingga keberadaan jembatan ini sangat penting bagi kami," ujarnya.

Ia mengaku baru memahami bahwa pembangunan jembatan tersebut memerlukan proses dan perhitungan yang tidak sederhana.

"Saya baru tahu ternyata pembangunannya memang sangat sulit. Melihat proses pemasangan begisting seperti ini, saya jadi mengerti mengapa pembangunannya membutuhkan perhitungan yang matang," jelasnya sembari menunjuk para pekerja yang tengah memasang begisting jembatan. (shabrina)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....