Dewan Juri Ungkap Tiga Indikator Penilaian FNRP 2026
- 11 Jun 2026 13:17 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Ponorogo - Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) ke XXXI dimulai 11-14 Juni 2026. Dewan juri memiliki standar penilaian yang ketat dalam event tahunan tersebut.
Sukatno, S.Sn, MM, budayawan yang juga salah satu dewan juri FNRP mengatakan, ada tiga indikator penilaian. Pertama, kepenarian yakni kemampuan atau performa penari di atas panggung mulai penari jathil, penari ganong, penari warok, penari klono, serta dadak merak.
Dewan juri akan membedah secara detail keterpaduan antara aspek wiraga (keterampilan fisik), wirama (keselarasan dengan ketukan tempo atau musik), dan wirasa (ekspresi ungkap atau penghayatan karakter).
Kedua, Garap Koreografi. Di dalamnya memuat kreativitas pengolahan gerak maupun pengolahan kompoisisi sehingga ada variasi gerak agar tidak monoton. Dengan demikian seluruh unsur pendukung panggung disatukan menjadi tontonan yang memikat.
Indikator ketiga, Garap Musik dan Harmonisasi Iringan Reog. Juri melihat bagaimana aransemen musik instrumental mampu menghidupkan suasana dramatis di setiap adegan. Sinkronisasi yang presisi antara dinamika tabuhan kendang, tiupan slompret, dengan gerak rampak para penari menjadi kunci utama penilaian di sektor ini.
“Cari angle-angle yang bisa memberikan letupan atau ledakan supaya menarik itu kan nggak gampang. Dasaran garap atau bahannya itu kan hampir sama, materinya sama-sama reog sehingga cari kejutan atau letupan-letupan yang membedakan daripada yang lain sehingga memiliki nilai tambah. Makanya nilai kreativitas disitu,” ungkapnya, Kamis (11/6/2026).
Sukatno yang juga mantan kepala anjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah (TMMI) sekaligus mantan Kepala Taman Budaya Jawa Timur ini menyampaikan FNRP ke XXXI kali ini diikuti 32 peserta atau grup reog dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta telah mengambil nomor urut tampil secara bergantian mulai 11-14 Juni di panggung utama Alun-alun Ponorogo.
“Rata-rata setiap malamnya itu ada 8 peserta yang tampil,” jelasnya.
Seperti diketahui, dewan juri pada gelaran FNRP 2026 ini memiliki rekam jejak panjang di bidangnya. Termasuk Sukatno, yang didapuk menjadi salah satu dewan juri FNRP sejak tahun 2016 hingga sekarang.
“Saya jadi juri FNRP itu sejak tahun 2016, lalu off di 2025 karena faktor kesehatan dan tahun ini diberikan amanah untuk jadi dewan juri lagi,” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....