Meminimalisir Rasa Sakit pada Hewan Qurban, Panitia Membuat Alat Khusus

  • 31 Mei 2026 18:17 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Ada yang berbeda dalam pelaksanaan penyembelihan hewan qurban di lingkungan masyarakat Dukuh Kuwon, Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan pada tahun ini. Jika sebelumnya proses perebahan hewan sapi dilakukan secara manual, kini panitia qurban menggunakan alat perebahan khusus yang dinilai lebih aman, efektif, dan membantu mengurangi rasa sakit pada hewan saat proses penyembelihan.

Kegiatan penyembelihan hewan qurban yang dipusatkan di Masjid Yasin Al Falah, Dukuh Kuwon, telah lama dilaksanakan di halaman belakang masjid tersebut. Namun pada perayaan Iduladha tahun ini, panitia mendapat tambahan fasilitas berupa alat perebahan sapi modern yang baru diterima lima hari sebelum Hari Raya Iduladha.

Ketua PHBI Masjid Yasin Al Falah, Heryanto, mengatakan keberadaan alat tersebut sangat membantu kelancaran proses penyembelihan sekaligus menjadi upaya untuk menerapkan tata cara penyembelihan yang lebih baik sesuai anjuran syariat Islam.

“Alhamdulillah kami mendapat bantuan alat perebahan hewan sapi dari salah satu warga dan kami mengucapkan terima kasih. Alat tersebut baru datang H-5 Iduladha dan Alhamdulillah hari ini digunakan serta sangat membantu panitia. Selain itu juga untuk meminimalisir rasa sakit pada hewan qurban sapi saat proses perebahan. Kita mengacu pada apa yang dianjurkan syariat melalui Baginda Nabi Muhammad SAW,” ujar Heryanto saat memimpin langsung proses pelaksanaan qurban.

Menurutnya, penggunaan alat perebahan tersebut membuat proses penanganan hewan menjadi lebih terkontrol dan mengurangi risiko hewan mengalami stres maupun cedera sebelum penyembelihan dilakukan.

Sementara itu, Sugeng, salah seorang warga yang terlibat langsung dalam proses penyembelihan hewan sapi, mengaku merasakan manfaat besar dari penggunaan alat tersebut. Ia menilai pekerjaan panitia menjadi jauh lebih ringan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Sangat membantu. Alatnya membuat pekerjaan kami jauh lebih ringan. Tidak ngoyo dan tidak terlalu capek di badan. Terima kasih kepada panitia dan warga yang sudah memberikan bantuan alat perebahan sapi ini,” kata Sugeng.

Penggunaan alat perebahan modern ini mendapat apresiasi dari warga sekitar karena selain memudahkan kerja panitia, juga mencerminkan kepedulian terhadap kesejahteraan hewan qurban. Diharapkan inovasi tersebut dapat menjadi contoh bagi pelaksanaan penyembelihan hewan qurban di wilayah lain agar berlangsung lebih efektif, aman, dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Dengan hadirnya alat perebahan khusus tersebut, pelaksanaan qurban di Masjid Yasin Al Falah tahun ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menunjukkan upaya nyata dalam mengedepankan prinsip kemanusiaan dan kesejahteraan hewan tanpa mengurangi nilai ibadah qurban itu sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....