H Djurianto, Jemaah Haji Asal Kota Madiun Meninggal Dunia di Tanah Suci

  • 04 Jun 2026 00:03 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Kabar duka datang dari rombongan Jemaah haji Kloter Sub 22 asal Kota Madiun. Salah satu jemaah, H. Djurianto, 59 tahun, warga Jalan Pagu Indah, Nomor 35 Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun dikabarkan meninggal dunia, di Rumah Sakit King Faisal, Arab Saudi, Sabtu, 30 Mei 2026 lalu. Meski diselimuti rasa kehilangan, pihak keluarga ikhlas dan berharap almarhum mendapatkan predikat sebagai haji yang mabrur.

Putra kedua almarhum, Berlian Ryan Saputra, menceritakan, pihak keluarga pertama kali menerima kabar duka tersebut dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Jabal Rahmah. "Informasi awal kami dikabari KBIH Jabal Rahmah, datang memberitahu, kalau bapak sudah meninggal, perkiraan jam 14.00 waktu Arab Saudi," ujar pria yang akrab disapa Aan itu.

Menurut dia, sang Ayah wafat setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) bersama sang Ibu Agus Diyah Rohaina. "Bapak baru selesai melakukan tawaf wada (perpisahan), kembali ke kamar dan muntah-muntah kemudian dibawa ke rumah sakit," ujar dia.

Dari cerita yang Aan dapatkan, sang Ayah diduga mengalami kelelahan. "Bapak mengeluh capek, capek. Soalnya Ibu sakit, sehingga yang mewakili (beberapa prosesi) ibadah Ibu itu, Bapak. Mungkin Bapak terlalu capek. Ibu sebelumnya juga baru jatuh, sehingga kalau digunakan jalan lama itu sakit," ujar dia.

Di sisi lain, almarhum sendiri sebenarnya memiliki riwayat penyakit gula darah. Sebelum berangkat haji, H. Djurianto sempat dinyatakan tidak istitha’ah (kemampuan jemaah haji secara jasmaniah, ruhaniah, pembekalan, dan keamanan untuk menunaikan ibadah haji). "Awalnya tidak istitha’ah, akhirnya lolos berangkat setelah menjalani rangkaian pengobatan dan kontrol rutin," ucap dia.

Meski demikian, sebelum berangkat, Aan menyebutkan, sang ayah dalam kondisi sehat dan siap menjalankan ibadah haji. "Sebelum berangkat itu sehat, olahraga Bapak itu juga rutin. Seperti tenis itu rutin," ujar dia.

Kesan mendalam tentang kepribadian H. Djurianto juga disampaikan oleh salah satu sahabat karibnya, Eddy Nawawi. Eddy, yang merupakan rekan satu angkatan masuk TNI AU tahun 1975, mengenal almarhum ebagai sosok yang sangat baik. "Beliau itu, Masyaallah, sabar, tenang, dan enak diajak berkawan," ujar dia.

Selain itu, almarhum juga dikenal aktif di lingkungan sosialnya. "Beliau ini pernah menjadi kepala desa dua periode. Serta selama ini, kami itu (rekan purnawirawan TNI satu angkatan) kan sering ada pertemuan, dua bulan sekali. Itu selalu beliau yang jadi MC-nya. Karena kalau ngomong itu enak," ujar dia.

Eddy menjelaskan, sebelum H. Djurianto berangkat menunaikan ibadah haji juga turut datang ke rumahnya. "Saya ke sini (rumah H. Djurianto), saya kan alhamdulillah sudah menunaikan ibadah haji. Kami tukar pikiran, saya minta pada beliau untuk menjaga kondisi dan lainnya," ujar dia.

Menurut Eddy, sahabat itu sebelum berangkat juga terlihat sehat. "Memang saya dengar gula darahnya tinggi, tapi tampak seperti orang sehat, tidak terlihat kalau sakit. Olahraga beliau ini juga rutin," ujar dia.

Kini Eddy dan keluarga hanya bisa mendoakan sahabatnya itu agar mendapatkan terbaik dari Allah SWT, serta mendapatkan predikat haji mabrur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....