Musim Hajatan, Penjualan Daging Sapi di Pasar Besar Madiun Meningkat

  • 30 Mei 2026 09:08 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun - Aktivitas perdagangan di Pasar Besar Madiun (PBM) menunjukkan tren positif dalam beberapa waktu terakhir, khususnya pada komoditas daging sapi. Para pedagang di pasar tersebut melaporkan adanya peningkatan penjualan yang cukup signifikan.

Lonjakan permintaan ini dipicu oleh banyaknya masyarakat yang menggelar hajatan dan pesta pernikahan sepanjang bulan ini. Menariknya, kenaikan omzet pedagang tetap terjadi di tengah momentum Hari Raya Iduladha, yang biasanya identik dengan pembagian daging kurban.

Salah satu pedagang daging sapi di PBM, Puri Trisnawati mengatakan, hingga saat ini harga daging sapi masih relatif stabil dan belum mengalami kenaikan signifikan. "Harga jual daging sapi berada di kisaran Rp120 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram," ucap dia.

Menurut Puri, harga tersebut stabil sejak usai Idulfitri 2026 atau sekitar Maret lalu. “Alhamdulillah permintaan akhir-akhir ini meningkat karena bersamaan dengan banyaknya orang punya hajatan,” ujarnya.

Puri menambahkan, jika biasanya penjualan berada di angka normal, kini terjadi peningkatan permintaan hingga 30 sampai 40 persen. "Dalam sehari, bisa menjual sekitar 200 kilogram hingga 300 kilogram daging sapi, itu rata-rata," ucap dia.

Sementara itu, Analis Perdagangan Ahli Muda Dinas Perdagangan Kota Madiun, Tri Prasetyaningrum memastikan harga dan stok daging sapi di Pasar Besar Madiun masih dalam kondisi aman dan normal. "Daging sapi stok aman dan harga juga normal," ujarnya.

Menurut Tri, meski bertepatan dengan Iduladha, ketersediaan stok maupun permintaan masyarakat masih terkendali. "Ini malah mereka mengaku penjualan meningkat karena bareng dengan (banyaknya) hajatan. Meski demikian harga normal, tidak naik," ucap dia.

Selain daging sapi, sejumlah komoditas lain seperti beras dan minyak goreng juga dipastikan aman. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil pemantauan dan pengecekan yang dilakukan Dinas Perdagangan beberapa waktu lalu.

Tri menjelaskan, pengecekan stok dan harga penting dilakukan karena setelah Iduladha akan ada rangkaian libur panjang, mulai dari akhir pekan, libur Hari Lahir Pancasila, hingga rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Madiun ke-108.

Kondisi tersebut diperkirakan akan mendorong peningkatan aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat di Kota Madiun. (adk)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....