Menemukan Ketenangan Jiwa Melalui Dzikir
- 27 Mei 2026 19:08 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Banyak orang yang menilai bahwa tekanan hidup dan dinamika zaman yang semakin kompleks, banyak masyarakat merasakan kelelahan batin yang berujung pada rapuhnya kondisi jiwa. Kecemasan, rasa takut, hingga kehilangan arah menjadi fenomena yang kian sering ditemui, terutama di kalangan masyarakat perkotaan maupun generasi muda. Dalam kondisi tersebut, dzikir atau mengingat Allah dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk menenangkan hati dan memperkuat mental spiritual. Praktik sederhana ini tidak hanya menjadi bagian dari ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai terapi batin yang mampu menghadirkan ketenangan di tengah kegelisahan.
Ustadz Amir Abdullah, M.Pd narasumber acara Mutiara Pagi Programa 1 RRI Madiun pada Selasa, 12 Mei 2026, mengungkapkan bahwa bahwa kehidupan manusia tidak pernah luput dari problematika dan situasi yang berubah-ubah. Dalam kondisi tersebut, dzikir menjadi solusi untuk menenangkan hati. Beliau mengutip ayat Al-Qur'an yang sangat relevan, "Ingatlah dengan mengingat Allah hati kita menjadi tenang." ujarnya.
Lebih lanjut, Ustadz Amir menjelaskan bahwa dzikir yang dilakukan secara rutin, khususnya setelah shalat lima waktu, memiliki keutamaan yang luar biasa. Praktik membaca tasbih, tahmid, dan takbir sebanyak 33 kali, yang kemudian dilengkapi dengan kalimat tauhid hingga berjumlah 100, diyakini dapat menghapus dosa."Allah akan menghapus semua salah dan dosa kita. Walaupun seperti buih di laut." katanya.
Selain sebagai penghapus dosa, dzikir juga berfungsi sebagai afirmasi positif untuk menjauhkan diri dari pikiran negatif atau overthinking. Ustadz Amir menjelaskan bahwa dengan mengingat Allah, jiwa seseorang akan terhubung langsung dengan Sang Pencipta. Beliau menegaskan, "Mengingat Allah itu berarti memusatkan jiwa kita atau menggantungkan dan menghubungkan jiwa kita kepada sang pencipta sehingga kita terhindar dari hal-hal yang negatif." katanya.
Dalam menjawab pertanyaan pendengar mengenai etika berdoa, Ustadz Amir memberikan panduan penting agar setiap keinginan disampaikan dengan cara yang santun. Beliau menyarankan agar setiap hamba memulai dengan memuji Allah terlebih dahulu sebelum menyampaikan hajat pribadinya. Menurutnya, "Dari banyak redaksi zikir, maka yang pertama memuji dulu. Memuji dulu, berzikir dulu. Lalu baru kita minta apa yang menjadi hajat kita." ungkap Ustadz Amir.
Sebagai penutup,Ustadz Amir memberikan pesan nasihat terakhir bagi para pendengar: "Zikir itu adalah penguat jiwa. Zikir itu adalah obat bagi jiwa-jiwa kita yang ketika kita sedang kalut, ketika kita sedang bingung, maka bersandarlah kepada Allah dengan menyebut namanya." pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....