Cegah Penyakit Menular, DKPP Madiun Cek Pasar Hewan jelang Idul Adha
- 19 Mei 2026 14:30 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun — Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun meningkatkan pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha 2026 melalui pemeriksaan hewan secara langsung. Pemeriksaan dilakukan salah satunya di Pasar Hewan Bajulan, Kecamatan Saradan, Selasa 19 Mei 2026.
Kepala DKPP Kabupaten Madiun, Paryoto, menyampaikan pemeriksaan ini untuk mengantisipasi penyebaran penyakit hewan menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).
“Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman terhadap ternak yang dibeli,” ujarnya.
Paryoto menyampaikan pihaknya telah membentuk tim yang terdiri dari dokter hewan, medik, dan paramedik guna memantau kesehatan ternak menjelang hari raya kurban. Tim tersebut bertugas memantau ternak di pasar hewan, peternakan milik warga, hingga lalu lintas ternak yang masuk ke wilayah Kabupaten Madiun.
Menurutnya, ternak dari luar daerah wajib dilengkapi surat keterangan sehat sebelum masuk ke Kabupaten Madiun. Langkah itu dilakukan untuk mencegah penularan penyakit pada ternak lokal.
“Ini sebagai acuan kami bahwa ternak yang akan masuk itu harus steril, artinya tidak menularkan penyakit bagi ternak-ternak yang ada di Kabupaten Madiun,” katanya.
| Baca juga: Larangan Meremehkan Dosa Kecil |
Selain melakukan pemeriksaan kesehatan, DKPP Kabupaten Madiun juga membagikan obat-obatan dan vitamin untuk ternak secara gratis kepada pedagang dan peternak.
Paryoto menambahkan, pemeriksaan akan dilakukan secara bergilir di sejumlah pasar hewan di Kabupaten Madiun. Petugas juga akan mendatangi rumah-rumah pedagang atau peternak yang tidak membawa ternaknya ke pasar.
DKPP Kabupaten Madiun juga menyiapkan pemeriksaan postmortem setelah hewan disembelih. Partoyo menyebut pemeriksaan itu untuk memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat aman dan bebas dari penyakit berbahaya.
“Kami ingin memastikan daging-daging yang akan dikonsumsi itu betul-betul steril dari penyakit yang berbahaya dan menular pada manusia,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....