Harga Kedelai Impor Naik, Ini Saran Disperdagkum ke Perajin Tahu-Tempe

  • 05 Mei 2026 15:29 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ponorogo – Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Ponorogo membenarkan adanya kenaikan harga kedelai impor di pasaran. Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Diperdagkum Ponorogo, Sri Rohani mengatakan, kenaikan harga kedelai itu terjadi dampak perang di Timur Tengah.

Tak hanya itu, iklim global atau perubahan cuaca yang terjadi di negara penghasil kedelai juga memengaruhi kuantitas maupun kualitas produksi kedelai. Akibatnya, pasokan kedelai impor terbatas.

“Harga kedelai impor naik itu karena terjadi konflik di Timur Tengah. Kedua, negara yang memproduksi kedelai mengalami perubahan cuaca sehingga produksi petani kedelai menurun,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Data di Disperdagkum, ada 500 pelaku usaha atau perajin tempe dan tahu di Ponorogo. Jumlah industri kecil dan menengah (IKM) itu tersebar di seluruh kecamatan di wilayah Bumi Reog.

“Untuk menyiasati kenaikan harga kedelai itu, Disperdagkum menyarankan para pelaku usaha sebaiknya memaksimalkan bahan baku lokal. Kita maklum memang bahan baku kedelai lokal itu, untuk menjadi tempe kualitasnya kurang baik, jadi masih banyak pelaku usaha yang mengambil bahan baku dari luar, namun konsekuensinya ya ada kenaikan harga seperti itu,” ungkapnya.

Seperti diketahui, harga kedelai impor di Pasar Legi Ponorogo saat ini menembus Rp12 ribu per kg. Harga tersebut naik dari sebelumnya Rp10 ribu per kg.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....