Inflasi, Rupiah Melemah dan Strategi Keuangan Terbaik
- 14 Jun 2026 18:31 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Kondisi perekonomian nasional yang menghadapi berbagai tantangan turut berdampak pada kehidupan masyarakat. Salah satu dampak yang dirasakan adalah meningkatnya inflasi yang menyebabkan kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok serta melemahnya nilai tukar rupiah.
Hal tersebut disampaikan Haris Wibisono saat menjadi narasumber dalam dialog “Inflasi dan Investasi” yang diselenggarakan oleh RRI Madiun Program 1 pada Rabu (10/6/2026).
Menurut Haris, kondisi ekonomi yang kurang kondusif saat ini memicu terjadinya inflasi akibat kenaikan harga berbagai barang dan jasa. Dampak yang paling nyata adalah menurunnya daya beli masyarakat karena pendapatan yang dimiliki tidak lagi mampu membeli barang dalam jumlah yang sama seperti sebelumnya.
“Kondisi perekonomian negara kita sedang tidak baik-baik saja. Imbasnya terjadinya inflasi yang diakibatkan kenaikan harga-harga barang. Ini ditandai dengan kondisi daya beli masyarakat yang menurun. Uang rupiah yang dimiliki masyarakat nilainya menurun,” ujar Haris.
Ia menjelaskan bahwa melemahnya nilai rupiah juga berpengaruh terhadap harga barang, terutama produk yang masih bergantung pada bahan baku atau komponen impor. Akibatnya, biaya produksi meningkat dan pada akhirnya mendorong kenaikan harga jual kepada konsumen.
Dalam situasi tersebut, Haris mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat dalam mengelola keuangan. Menurutnya, strategi terbaik yang dapat dilakukan adalah memprioritaskan kebutuhan utama, mengurangi pengeluaran yang tidak mendesak, serta memperkuat dana darurat.
Selain itu, masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga disarankan untuk menahan konsumsi barang-barang impor yang tidak mendesak. Penggantian perangkat elektronik seperti telepon genggam, laptop, maupun barang konsumtif lainnya sebaiknya ditunda apabila perangkat yang dimiliki masih dapat digunakan dengan baik.
“Pelaku UMKM maupun masyarakat perlu lebih bijaksana dalam mengelola keuangan. Saat ini bukan waktunya untuk konsumsi berlebihan. Prioritaskan kebutuhan yang benar-benar penting dan tunda pembelian barang impor yang belum mendesak,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Haris menekankan bahwa disiplin dalam mengatur keuangan, meningkatkan tabungan, serta melakukan investasi yang sesuai dengan profil risiko menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga di tengah tekanan inflasi dan pelemahan nilai rupiah.
"Dengan strategi pengelolaan keuangan yang tepat, masyarakat diharapkan mampu menghadapi tantangan ekonomi saat ini sekaligus menjaga kondisi keuangan tetap sehat dan berkelanjutan," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....