Semangat Jihad sebagai Kesungguhan Hidup

  • 05 Mei 2026 09:39 WIB
  •  Madiun

⁠⁠⁠⁠⁠⁠RRI.CO.ID, Madiun — Nilai-nilai kesungguhan dalam menjalani kehidupan menjadi sorotan penting dalam kajian keagamaan yang disampaikan oleh Dra. Muftiati Solikah, M.Pd. Dalam tausiyahnya di Mutiara Pagi Pro 1 RRI Madiun, ia menjelaskan bahwa salah satu amalan yang dicintai oleh Allah adalah jihad fi sabilillah, yang tidak selalu dimaknai sebagai peperangan, tetapi lebih luas sebagai bentuk kesungguhan dalam menjalani kehidupan.

“Dalam hadis disebutkan, amalan ketiga yang dicintai Allah adalah al-jihadu fi sabilillah. Jihad di sini bisa dimaknai sebagai bersungguh-sungguh,” ungkap Muftiati, Senin (4/5/2026).

Ia menekankan bahwa jihad memiliki makna kontekstual yang luas. Tidak hanya berkaitan dengan perang, tetapi juga mencakup perjuangan melawan hawa nafsu, upaya menegakkan kebaikan, serta memberantas kemungkaran dalam kehidupan sehari-hari.

“Barangsiapa yang bersungguh-sungguh, maka dia akan memperoleh hasil dari kesungguhannya itu. Jihad juga bisa berarti memerangi hawa nafsu dan berjuang menegakkan nilai-nilai agama,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengutip ajaran dalam Al-Qur’an yang mendorong umat Islam untuk berjihad dalam arti luas, yakni berusaha secara maksimal dalam kebaikan. Menurutnya, ketika seseorang menolong agama Allah melalui perbuatan baik, maka Allah akan memberikan pertolongan dan kemudahan dalam hidupnya.

“Jika kamu menolong agama Allah, maka Allah akan menolongmu dan meneguhkan langkahmu,” ujarnya mengutip makna ayat Al-Qur’an.

Dalam konteks kekinian, Muftiati juga mengingatkan bahwa jihad tidak selalu identik dengan konflik fisik. Ia mencontohkan kondisi global saat ini yang relatif kondusif, termasuk saat pelaksanaan ibadah haji yang berlangsung aman tanpa adanya konflik besar yang dikhawatirkan sebelumnya.

“Alhamdulillah, di tengah kekhawatiran akan potensi konflik dunia, pelaksanaan ibadah haji tetap berjalan dengan aman. Ini menjadi pengingat bahwa jihad saat ini lebih relevan dimaknai sebagai upaya memperbaiki diri dan lingkungan,” tambahnya.

Melalui kajian ini, ia mengajak masyarakat untuk memahami jihad secara bijak dan proporsional, serta menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berbuat baik dan bersungguh-sungguh dalam menjalani kehidupan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....