Gerak Dikpora Magetan Tanggapi Ambruknya Gudang SDN Bendo 2, Lakukan Evaluasi
- 15 Apr 2026 15:25 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan - Menyusul insiden ambruknya bangunan gudang di SDN Bendo 2 beberapa waktu lalu, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Magetan langsung melakukan langkah penanganan serta evaluasi terhadap kondisi fasilitas sekolah di wilayahnya.
Kepala Dikpora Magetan, Suhardi, menegaskan bahwa bangunan yang roboh tersebut bukan ruang kelas, melainkan gudang yang berada di area terpisah dari kegiatan belajar mengajar. Menurutnya, kerusakan dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan deras yang berlangsung lama disertai angin kencang.
“Bangunan yang roboh itu bukan ruang kelas, tetapi gudang. Faktor utamanya karena hujan deras yang cukup lama disertai angin kencang, sehingga konstruksi tidak mampu bertahan,” jelasnya Rabu (15/4/2026)
Sebagai tindak lanjut, pihak Dikpora merencanakan perubahan fungsi area bekas gudang tersebut menjadi ruang terbuka hijau. Langkah ini dinilai lebih sesuai dengan konsep pembelajaran saat ini yang tidak hanya berfokus di dalam kelas, tetapi juga memanfaatkan ruang luar sebagai sarana edukasi.
“Ke depan lokasi itu akan kami arahkan menjadi ruang terbuka hijau agar bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran di luar kelas,” tambah Suhardi.
Ia juga menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi sarana pendidikan di seluruh sekolah. Dikpora kini mendorong adanya deteksi dini terhadap potensi risiko di lingkungan sekolah.
Menurutnya, potensi bahaya seperti pohon besar yang rawan tumbang, kondisi bangunan yang sudah tua, hingga sistem drainase menjadi fokus pemantauan.
“Kami terus mengimbau sekolah untuk melakukan pengecekan rutin terhadap lingkungan masing-masing, termasuk pohon, bangunan, dan saluran air yang berpotensi menimbulkan risiko,” ungkapnya.
Imbauan tersebut, lanjutnya, disampaikan secara berkala kepada para pengawas, penilik, dan kepala sekolah melalui komunikasi rutin. Pihak sekolah juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang dinilai berbahaya.
“Setiap temuan di lapangan harus segera dilaporkan agar bisa cepat ditangani,” tegas Suhardi.
Sejauh ini, sejumlah laporan dari sekolah lain di wilayah Magetan juga telah diterima dan langsung ditindaklanjuti oleh dinas terkait. Pemerintah daerah memastikan proses pemantauan akan terus dilakukan secara berkelanjutan mengingat banyaknya jumlah satuan pendidikan yang harus diawasi.
“Kami akan terus melakukan monitoring dan koordinasi agar lingkungan sekolah tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....