Harga Elpiji Non Subsidi di Ponorogo Naik, Pangkalan Berharap Pasokan Lancar
- 20 Apr 2026 11:12 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Ponorogo - Harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau elpiji non subsidi bright gas akhir-akhir ini mengalami kenaikan, tidak terkecuali di Ponorogo. Kenaikan terjadi pada gas elpiji ukuran 5,5 kg dan 12 kg.
Pemilik salah satu pangkalan elpiji di Jalan MT. Haryono Ponorogo, Zaenal Abidin mengatakan, kenaikan harga terjadi dua kali pada April ini, diduga imbas perang di Timur Tengah. Elpiji non subsidi ukuran 5,5 kg dari sebelumnya Rp95 ribu per tabung kini menjadi Rp107 ribu di tingkat agen.
Sedangkan elpiji ukuran 12 kg dari sebelumnya Rp192 ribu, menjadi Rp228 ribu per tabung. Kenaikan harga terjadi pada 1 dan 18 April.
"Betul naik, sekitar 2-3 hari ini harga elpiji 12 kg dan yang 5,5 kg naik. Ya tetap pengaruh pada penjualan, kan otomatis harga jual juga naik. Kenaikan harganya mungkin ya pengaruh perang di Timur Tengah itu," ungkapnya saat dikonfirmasi RRI, Senin (20/4/2026).
Sebelum harga naik, ia mampu menjual sekitar 50 tabung bright gas dalam sebulan. Diakuinya sejak harga elpiji non subsidi naik, banyak pelanggan yang tak jadi membeli karena harganya mahal.
"Naiknya ini kan termasuk banyak ya. Kadang-kadang ada yang pesan, biasanya harga segitu sudah dapat, tahu-tahu dibatalkan nggak jadi beli," terangnya.
Meski begitu, sementara ini belum berpengaruh terhadap penjualan elpiji subsidi 3 kg di pangkalannya. Ia berharap, sekalipun harganya naik, ketersediaan gas elpiji non subsidi tetap tercukupi.
"Kita kan nggak hanya melayani rumah tangga, tapi juga pelaku usaha. Jadi keputusan naiknya ini kan dari pusat dan pertamina, bukan dari kita yang membuat harga," tambahnya.
Pangkalan lainnya, Sri Wahyuni menegaskan sebulan ia menjual lebih 40-an tabung elpiji non subsidi. Ia tak menampik adanya pelanggan yang menanyakan terkait lonjakan harga tersebut.
"Yang beli itu ya tetangga, terus rumah makan yang besar-besar itu. Ya yang tanya pasti ada, kok naiknya banyak sekali gitu. Harapannya semoga lancar-lancar saja pasokannya," tegasnya.
Seperti diketahui, harga elpiji non subsidi di tingkat pengkalan bervariasi karena ada tambahan biaya distribusi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....