Awal April, BPBD Ponorogo Catat 26 Kejadian Bencana
- 14 Apr 2026 10:35 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Ponorogo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo mencatat ada 26 kejadian bencana pada awal April 2026. Terdiri satu kasus banjir di Desa Caluk, Kecamatan Slahung. Selebihnya 25 kejadian tanah longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun mengatakan, longsor terparah terjadi di tanggal 5 April sebanyak 20 kasus dalam sehari. Berdasarkan laporan yang masuk, longsor terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Pulung serta Ngebel.
"Paling banyak kasus terjadi di Kecamatan Pulung ada 13 kejadian. Terbanyak di Desa Banaran ada 9 kejadian, Wagir Kidul 3 dan Bekiring ada 1," ujarnya kemarin.
Berikutnya di Ngebel ada 6 kasus, Ngrayun 4 kasus serta 2 kasus di Kecamatan Pudak. Bencana tersebut terjadi seiring adanya rilis BMKG yang menyatakan adanya peringatan dini cuaca ekstrem di Ponorogo.
Yang cukup parah dampaknya, kata Masun yakni di Kecamatan Banaran rumah warga terisolir karena jalan akses keluar itu terputus. Meskipun diakuinya terputus akses jalan itu sudah terjadi beberapa tahun yang lalu karena wilayah tersebut sering kali terjadi longsor, dan berada di lokus yang sama sejak 2021.
"Survei dari PVMBG juga sudah menyarankan untuk 17 rumah agak berbahaya itu untuk penghuninya pindah, yang paling parah itu ada di atas ada 3 rumah. Lalu di tengah itu ada 3 rumah, selebihnya di bawah," tambahnya.
Masun menegaskan, pihaknya telah menyampaikan imbauan tertulis ke kepala desa agar warga yang ada di wilayah mahkota lebih waspada jika terjadi hujan lebat dalam kurun waktu 2 jam atau lebih. Itu dilakukan untuk meminimalisasi jatuhnya korban jiwa akibat longsor. Termasuk disarankan agar tidak membangun hunian di lokasi tersebut karena struktur tanahnya rapuh.
"Sudah kami sampaikan imbauan melalui kepala desa agar warga yang rumahnya masuk mahkota agar pindah, atau hati-hati jika terjadi hujan deras dengan durasi 2 jam atau lebih," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....