BPBD Kota Madiun Tuntaskan Evakuasi Pohon Tumbang di Kelun
- 01 Apr 2026 15:40 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun menuntaskan evakuasi pohon tumbang berukuran besar di wilayah Kelurahan Kelun, Selasa kemarin. Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun, Heter Hidayati menyampaikan, pohon tersebut tumbang diduga akibat usia pohon yang sudah tua dan akarnya tidak kuat menopang beban.
"Robohnya kemungkinan karena akarnya itu sudah tidak kuat menahan beban pohon, ranting, dan daun-daunnya karena ukuran pohon awar-awar itu sangat besar dan karena sudah usia," jelasnya.
Heter menambahkan laporan kejadian diterima pada Senin malam (30/3/2026) sekitar pukul 23.35 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BPBD Kota Madiun langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen awal.
Menurutnya, ukuran pohon yang besar membuat proses penanganan tidak dapat dilakukan secara mandiri oleh BPBD, sehingga membutuhkan dukungan peralatan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun.
"Jadi, hampir jam 12 malam ada laporan masuk, kemudian regu meluncur ke lokasi untuk asesmen. Ukuran pohonnya sangat besar jadi kita tidak bisa mengerjakan sendiri dan membutuhkan peralatan evakuasi. Yang punya alatnya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun," tuturnya.
Penanganan lanjutan dilakukan pada Selasa pagi (31/3/2026), dengan melibatkan Disperkim. Proses evakuasi berlangsung sekitar tiga jam, mulai pukul 08.00 hingga 10.30 WIB.
Petugas melakukan pemotongan dahan dan batang pohon menggunakan alat berat. Sebanyak 12 personel BPBD diterjunkan, dibantu sekitar 10 personel dari Perkim, serta dukungan peralatan berupa lima unit senso, truk, dan alat berat.
Heter menyampaikan tumbangnya pohon mengarah ke area taman Kelun, sehingga tidak sampai menutup badan jalan. Dalam kejadian tersebut juga tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian material.
Ia menambahkan di wilayah tersebut masih terdapat pohon berukuran besar dan berusia tua. Sebagai langkah mitigasi, Heter mengungkap pihaknya telah melakukan pendataan pohon rawan tumbang di Kota Madiun sejak Januari 2026. Data tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Disperkim melalui kegiatan pemangkasan rutin.
"Jadi di Disperkim kami konfirmasi itu ada regu yang setiap hari mereka sudah bertugas melakukan pemangkasan pohon-pohon yang sekiranya membahayakan di wilayah Kota Madiun," lanjutnya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan pohon yang berpotensi membahayakan di lingkungan sekitar.
“Harapan kami masyarakat itu sadar bencana dan tanggap bencana. Apabila ada hal-hal yang membahayakan seperti pohon yang sekiranya mau tumbang, silakan lapor ke Pak RT-nya, Kasi Trantib, atau ke kelurahan untuk diteruskan ke OPD terkait pohon tumbang maupun yang lain," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....