Gubernur Jatim Imbau Pemda Ikuti Aturan WFH Seminggu Sekali bagi ASN

  • 31 Mar 2026 21:19 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ponorogo - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau pemerintah daerah di Jatim menerapkan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan itu diterapkan menindaklanjuti arahan pemerintah pusat sebagai langkah menghemat energi terutama penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah naiknya harga minyak dunia.

Hal itu disampaikan Khofifah saat berkunjung ke Ponorogo pada Minggu (29/3/2026). Khofifah menyatakan, Pemprov telah berkoordinasi dengan setiap pemda untuk menerapkan hal yang sama.

"Koordinasi kita sebaiknya sama. Kami memberikan keleluasaan bagi kabupaten/kota, jadi tidak hanya efisiensi penggunaan BBM tapi juga listrik, air, AC," ujarnya.

Ia memutuskan WFH setiap hari Rabu bagi ASN di Jatim. Sehingga Senin-Selasa ngantor, Rabu bekerja dari rumah, kemudian Kamis-Jum'at kembali bekerja di kantor.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menjelaskan alasan tidak memilih hari Jum'at untuk WFH. Salah satunya tidak efektif. Pun ia khawatir, kebijakan tersebut justru dimanfaatkan oleh ASN untuk menikmati long weekend sehingga menjadi boros penggunaan BBM.

"Jadi surat dari Kemendagri segera turun, Menko Perekonomian sudah mengoordinasikan, dan kami juga sudah ditanya kenapa tidak Jum'at, kalau Jum'at saya khawatir 'bablas' long weekend, sehingga bukannya menghemat energi tapi malah boros," jelasnya.

Uji coba WFH bagi ASN di Jatim akan diterapkan mulai 1 April hingga Juni mendatang. Nantinya akan ada evaluasi kinerja di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk dari sisi presensi.

"Jadi ada presensi yang disiapkan OPD dilanjutkan ke BKD. Tetap, mereka harus mengisi presensi setiap harinya," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....