Pemkot-Bulog Madiun Salurkan 294 Ton Beras dan 58 Ribu Liter Minyak Bantuan Pangan

  • 09 Mar 2026 22:48 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun dan Perum Bulog Kantor Cabang Madiun, mulai melakukan penyaluran bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Senin (9/3/2026). Panyaluran yang dimulai di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman itu, menjadi yang pertama di Jawa Timur, yang bertujuan untuk menjaga stabilitas harga menjelang Hari Raya Idulfitri.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, bantuan pangan ini terdiri dari 20 kilogram (kg) beras dan 4 liter minyak goreng untuk setiap PBP (Penerima Bantuan Pangan). “Ini penyaluran bantuan dari Bapanas untuk alokasi Bulan Februari dan Maret,” ujar dia.

Bagus menjelaskan, langkah strategis ini diambil sebagai upaya pemerintah dalam menekan laju inflasi. Serta memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat, di tengah fluktuasi harga pasar.

"Kami berkoordinasi dengan Bulog agar bantuan bisa segera salurkan. Ini untuk menjaga kestabilan inflasi di Kota Madiun, serta waktunya yang tepat H-10 (Idulfitri), semoga bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar dia.

Sementara itu, Pemimpin Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Madiun, Agung Sarianto, mengatakan, Kota Madiun merupakan daerah pertama di Jawa Timur yang menyalurkan bantuan pangan ini.

Agung merinci, secara total di Kota Madiun terdapat 14.726 PBP. “Kalau di setarakan beras ada 294 ton 520 kilogram, untuk minyak goreng 58 ribu 904 liter,” ujar dia. Untuk penyaluran di Kota Madiun, dimulai Senin (9/3/2026). “Ini kami mulai di (Kelurahan) Manisrejo, hari ini ada 679 PBP, dan besok (Selasa, 10/3/2026) Inshaallah kami selesaikan. Tim salur kami sudah siap, beras dan minyak ready, serta kemasan sudah siap,” ucap dia.

Penerima bantuan pangan, saat menerima beras dan minyak yang disalurkan di kantor Kelurahan Manisrejo. (Foto: Aris D.K/RRI Madiun)

Untuk penyaluran, Agung menjelaskan, mekanismenya sama dengan sebelumnya. "Mekanismenya tetap sama, undangan disebar H-2 berdasarkan pemetaan kelurahan. Dalam penyaluran, juga melibatkan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM),” ujar dia.

PSM ini, untuk memastikan bantuan tepat sasaran kepada warga yang telah terdata. “Jika penerima berhalangan, bantuan dapat diwakilkan oleh keluarga, kalau sudah tidak ada (meninggal) diganti oleh penerima yang layak sesuai data cadangan kami," ujar dia.

Agung menjelaskan, bantuan pangan ini sebagai stimulus ekonomi menjelang Lebaran. “Biar warga ini yang mendapatkan bantuan sedikit banyak akan mengurangi intensitas belanja mereka, khususnya beras dan minyak. Sehingga, permintaan ke minyak dan beras akan turun. Serta semoga inflasi akan bisa ditahan,” ucap dia.

Sedangkan untuk bantuan pangan periode selanjutkan pada 2026 belum bisa dipastikan. “Sementara kami belum mengetahui, namun jika nanti ada periode selanjutnya (pada 2026), kami siap menyalurkan,” ujar dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....