Broadcast Permintaan Maaf Malam Nisfu Sya'ban, Perlukah?

  • 24 Jan 2026 17:26 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Tradisi mengirimkan pesan atau broadcast permintaan maaf di malam Nisfu Sya'ban seringkali dilakukan oleh sebagian umat Islam. Namun, bagaimana sebenarnya pandangan Islam terkait hal tersebut?

Dalam program acara Mutiara Pagi RRI Madiun, Kamis, 22 Januari 2026, Ustadz Hebni Syarif, M.Pd menjelaskan bahwa malam Nisfu Sya'bn memang memiliki keutamaan sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.

“Dalam hadis yang sahih dijelaskan bahwa pada malam Nisfu Syakban, Allah dengan sifat Rahman dan Maha Pengampun-Nya akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya,” ujar Ustadz Hebni.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa ada dua golongan yang tidak mendapatkan ampunan Allah pada malam tersebut.

“Rasulullah menyebutkan ada dua golongan yang tidak diampuni dosanya, yaitu orang yang berbuat syirik dan orang yang memiliki permusuhan dengan sesama orang beriman,” jelasnya.

Dari hadis inilah kemudian muncul kesadaran di tengah masyarakat untuk saling memaafkan, termasuk melalui pesan singkat atau broadcast menjelang malam Nisfu Sya'ban.

Meski demikian, Ustadz Hebni menegaskan bahwa tidak ada dalil khusus yang memerintahkan untuk mengirim permintaan maaf pada malam tersebut.

“Kalau ditanya apakah ada perintah khusus dari Nabi untuk saling meminta maaf di malam Nisfu Sya'ban, maka tidak ada. Itu tidak disebutkan secara khusus dalam hadis,” terangnya.

Meski begitu, menurutnya, kebiasaan meminta maaf tersebut dapat dipahami sebagai bentuk pengamalan nilai dari hadis tentang pentingnya membersihkan hati dari permusuhan.

“Karena salah satu yang tidak diampuni dosanya adalah orang yang bermusuhan, maka sebagian umat Islam terdorong untuk saling memaafkan. Ini bukan karena perintah khusus, tetapi sebagai upaya membersihkan hati,” tambahnya.

Ustadz Hebni juga menekankan, bahwa sikap saling memaafkan sangat penting sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadan.

“Tujuannya agar ketika masuk Ramadan, kita benar-benar siap. Dosa kepada Allah diampuni dengan puasa dan ibadah, sementara dosa kepada sesama diselesaikan dengan saling memaafkan,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan bahwa meminta maaf sebaiknya tidak menunggu momen tertentu saja.

“Jangan menunggu Idulfitri atau Nisfu Sya'ban. Kalau memang merasa punya salah, segeralah minta maaf. Supaya saat Ramadan dan hari raya tiba, kita benar-benar kembali suci, bersih dari dosa kepada Allah dan sesama manusia,” ujarnya.

Dengan demikian, mengirimkan pesan permintaan maaf di malam Nisfu Sya'ban boleh dilakukan sebagai bentuk ikhtiar membersihkan hati, selama tidak diyakini sebagai amalan khusus yang memiliki keutamaan tersendiri sebagaimana ibadah yang memiliki dalil khusus dari Rasulullah SAW.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....