Cara Yang Tepat Lakukan Halal Bi Halal

  • 27 Mar 2026 11:27 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Tradisi halal bi halal sering kali identik dengan antrean panjang untuk berjabat tangan langsung. Dalam dialog kajian islam Mutiara Pagi RRI Madiun, Kamis (26/3) muncul pertanyaan mengenai bagaimana tata cara yang benar jika kondisi tidak memungkinkan untuk bersalaman satu per satu.

Menanggapi hal ini, Ustadz Prof. Dr. KH. M. Sutoyo, M.Ag yang menjadi narasumber Mutiara pagi Programa 1 RRI Madiun hari ini, Kamis (26/3) mengatakan bahwa berjabat tangan bukanlah syarat mutlak dalam silaturahmi.

Kunci utama dari halal bi halal sebenarnya terletak pada niat dan kehadiran fisik seseorang untuk menyambung silaturahmi. Ustadz menjelaskan bahwa dalam kondisi kerumunan yang padat, kehadiran kita sudah sangat berarti. Beliau berpesan, "Ya, sebenarnya tidak harus selalu berjabat tangan. Jadi begini, kalau kondisinya sedang banyak orang, yang paling penting adalah kita datang," tutur Ustadz Sutoyo.

Mengangguk dari kejauhan merupakan salah satu opsi yang diperbolehkan secara syariat. "Anda bisa mengangguk dari jauh. Itu sudah boleh, tidak apa-apa," ujarnya. Esensi dari momen ini adalah terciptanya sambung rasa atau ikatan batin antar sesama, melampaui sekadar sentuhan tangan. Hal ini menekankan bahwa koneksi hati jauh lebih penting daripada formalitas fisik semata. Ustadz menyebutkan, "Benar, yang penting itu kita sambung rasa, tidak harus selalu sambung tangan," kata Ustadz Sutoyo.

Meski demikian, berjabat tangan secara langsung tetap dianjurkan jika situasi dan kondisinya memungkinkan karena dianggap lebih afdol. Namun, jika jarak memisahkan, gestur menelungkupkan tangan di dada sambil mengangguk sudah dianggap sangat baik. "Menelungkupkan tangan seperti orang bersalaman sambil mengangguk itu sangat bagus. Itu sudah termasuk bagian dari sambung rasa," tambah Ustadz.

Inti dari seluruh rangkaian halal bi halal ini adalah ketulusan hati untuk saling memaafkan satu sama lain. Tanpa niat yang tulus, gestur fisik apa pun tidak akan memiliki makna yang mendalam. Ustadz menegaskan bahwa, "Yang utama adalah sudah ada niatan tulus untuk saling meminta maaf," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....