Inilah, Satu Kunci Utama Meraih Malam Laialtul Qadar

  • 16 Mar 2026 10:49 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Umat Islam saat ini sudah memasuki malam- malam terakhir pada bulan Ramadan yang mana masjid- masjid ramai dan semarak dengan orang beritikaf untuk dapat berjumpa dengan Lailatul Qadar.

Namun pastinya banyak yang mencari bagaimana kunci utama agar dapat meraih malam Lailatul Qadar, karena keutamaannya yang mana banyak pahala berlipat ganda dan penuh ampunan dari Allah SWT.

Dalam kajian di Mutiara Pagi Pro 1 RRI Madiun, Ustaz H. Hebni Syarif, M.Pd., menjelaskan hanya ada satu kunci utama untuk kita bisa meraih Lailatul Qadar. “

Jadi hanya terdapat satu kunci utama agar seseorang dapat meraih Lailatul Qadar, adalah dengan bersungguh- sungguh mencarinya,” ungkap Ustaz Hebni kepada RRI Madiun.

Menurut Hebni, ketika orang benar- benar berrsungguh- sungguh mencarinya, beribadah dengan penuh menghadirkan Allah, pasti akan mendapatkan Lailatul Qadar. Jadi, tidak ada cara lain atau kiat- kiat sukses guna mendapatkan Lailatul Qadar selain dengan bersungguh- sungguh mencarinya.

Sejumlah anggapan menyebut jika orang yang meraih lailatul qadar bahwa akan diberikan sebuah mimpi, namun Ustaz Hebni mengatakan bahwa kurang tepat.

Namun Rasulullah memberikan isyarat tanda adanya Lailatul Qadar dimana pada malam langit tersebut langit akan cerah kemudian angin semilir dan tenang.

Selanjutnya ciri- ciri keadaan alam pada pagi hari, dimana matahari naik setinggi tombak, dengan cahaya cerah, putih bersinar, tapi tidak merasakan panas yang menyengat, hal ini merupakan ciri- ciri kondisi alam sendiri. Namun, Hebni menegaskan kembali bahwa orang yang mendapatkan lailatul qadar itu adalah yang bersungguh-sungguh mencarinya.

Memohon ampunan dan meminta maaf kepada Allah SWT ketika merasakan berjumpa dengan Lailatul Qadar juga menjadi hal utama yang perlu dilakukan.

“Jadi mintalah kepada Allah SWT, permohonan maaf dengan melafalkan doa berikut: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anna (اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي).

Berikutnya adalah dengan kita tidak mengulangi setiap kesalahan yang telah diampuni oleh Allah SWT, baik saat

Ramadan hingga seusainya. Terakhir, senantiasa menebarkan kebesaran hati dan kelapangan diri untuk memaafkan kesalahan baik kerabat atau orang- orang sekitar.

Dengan begitu, hal tersebut menjadi ciri orang yang sukses meraih kebaikan Ramadan. Kebesaran dan kelapangan hati mampu menghilangkan rasa dendam, benci, dengki untuk menuju kedamaian hati, agar juga dapat menjalankan ibadah kepada Allah sebaik mungkin lagi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....