Ustadz Amir Abdullah Ingatkan Umat Pentingnya Bersyukur dan Bahaya Kufur Nikmat
- 03 Mar 2026 11:36 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Hakikat kebahagiaan seorang hamba tidak ditentukan oleh seberapa banyak harta yang dimiliki, melainkan sejauh mana ia mampu mensyukuri setiap pemberian Sang Pencipta. Hal ini menjadi inti sari dari tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Amir Abdullah, M.Pd.
Dalam pemaparannya, Ustadz Amir menjelaskan bahwa syukur bukan sekadar ucapan terima kasih yang terucap di bibir, melainkan sebuah bentuk kesadaran spiritual yang mendalam.
"Secara istilah, syukur itu pengakuan hati terhadap nikmat Allah yang disertai pujian lisan kepada-Nya," ujar Ustadz Amir Abdullah saat mengisi Sahur Barokah di Pro 1 RRI Madiun.
Ustadz Amir Abdullah menekankan bahwa syukur melibatkan tiga elemen utama yang tidak dapat dipisahkan:
1.Pengakuan Hati: Menyadari sepenuhnya bahwa segala sesuatu berasal dari Allah SWT.
2.Pujian Lisan: Membasahi lidah dengan kalimat tahmid (Alhamdulillah).
3.Pembuktian Amal: Menggunakan nikmat tersebut untuk ketaatan kepada-Nya.
Sebaliknya, Ustadz Amir juga memberikan peringatan keras mengenai fenomena kufur nikmat. Kufur nikmat terjadi ketika seseorang merasa bahwa keberhasilan yang diraih semata-mata karena kerja kerasnya sendiri, atau justru menggunakan fasilitas nikmat dari Allah untuk melakukan kemaksiatan.
"Kufur nikmat adalah pintu menuju kegelisahan hidup. Jika kita abai dalam bersyukur, maka keberkahan akan dicabut dan azab-Nya sangatlah pedih," tambahnya mengutip salah satu ayat suci Al-Qur'an.
Di akhir tausiyahnya, ustadz Amir mengajak masyarakat untuk membudayakan sikap qana'ah (merasa cukup) sebagai benteng dari sifat kufur. Menurutnya, dengan bersyukur, Allah menjanjikan tambahan nikmat yang tidak terduga bagi setiap hamba-Nya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....