Menerapkan Nilai Spiritual Malam Lailatul Qadar dalam Kehidupan Sehari- hari

  • 14 Mar 2026 10:12 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Suatu malam yang senantiasa dirindukan oleh umat Islam setiap bulan Ramadan, yakni malam Lailatul Qadar. Ustaz H. Hebni Syarif, M.Pd., menjelaskan dalam program Mutiara Pagi PRO 1 RRI Madiun, jika Lailatul Qadar dari segi bahasa dimana lailun bermakna malam dan qadar berarti ukuran, yang mana pada malam tersebut diturunkannya Al-Qur’an sebagai ukuran secara sempurna oleh Allah SWT, pada setiap aspek kehidupan orang muslim, dan inilah nilai spirit yang dapat diambil dan diimplementasikan.

Allah SWT menurunkan ukuran- ukuran yang semuanya terkandung dalam Al-Qur’an dan untuk dijadikan pedoman umat-Nya agar selamat baik di dunia dan akhirat. Kehidupan yang dijalani sesuai dengan ukuran- ukuran wahyu Allah, maka hidup orang yang beriman sehari itu jauh lebih berharga daripada hidup orang yang tidak sesuai dengan ketentuan walaupun ia hidup 1000 tahun lamanya.

Ustaz Hebni, menegaskan bahwa ketika menjadikan Al-Qadar atau ukuran- ukuran wahyu dalam Al-Qur’an tadi sebagai pedoman hidup, maka seseorang berpeluang besar hidupnya penuh dengan pahala yang tidak akan pernah terputus. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT, dalam QS. Al-Qalam ayat 3:

وَاِنَّ لَكَ لَاَجْرًا غَيْرَ مَمْنُوْنٍۚ

Wa inna laka la'ajran gaira mamnūn(in).

Artinya: Sesungguhnya bagi engkaulah pahala yang tidak putus-putus.

Lebih lanjut, dalam malam- malam yang sangat mulia pada Lailatul Qadar ini, penting untuk terus memiliki motivasi untuk menjalankan hidup dengan penuh makna. Mengingat Allah SWT selalu adalah langkah utama kita untuk menjaga motivasi dan bahkan nilai spiritual itu.

Allah menciptakan manusia di dunia dengan segala macam fasilitas yang lengkap agar manusia itu sendiri mampu menjalankan amanah dan perannya sebaik mungkin. Amanah yang diberikan kepada manusia oleh Allah sendiri yakni beribadah hanya kepada Allah SWT.

Wajib tentunya setiap umat Islam mengorientasikan hidupnya dan apapun yang dijalan sebagai ibadah. Hidup akan bernilai ibadah, selama kita menyandarkan hidup kepada ukuran- ukuran seperti yang tertuang pada Al-Qur’an.

Dalam kajiannya, Ustaz Hebni juga mengingatkan untuk setiap umat Islam, memperbanyak syukur dan bersungguh- sungguh dalam beribadah untuk meraih fadilah dari malam Lailatul Qadar. Kemudian juga perlu menjadikan momentum Lailatul Qadar ini sebagai semangat atau spirit untuk hidup sesuai dengan petunjuk wahyu Allah agar perjalanan hidup kita ini penuh dengan akhlak qurani. “ Dengan begitu, insyaallah hidup akan penuh rida dan ketika Allah rida, maka hidup akan penuh keberkahan,” ungkap Ustaz Hebni.

Rekomendasi Berita