Sepuluh Hari Terakhir Ramadan Momentum Raih Ketakwaan
- 13 Mar 2026 20:44 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Menjelang berakhirnya bulan Ramadan, umat Islam diingatkan untuk memaksimalkan ibadah pada sepuluh hari terakhir. Momentum ini diyakini sebagai waktu yang sangat istimewa karena terdapat malam Lailatul Qadar yang penuh keberkahan.
Hal tersebut disampaikan Ustadz H. Kusnan, M.Ag dalam dialog Mutiara Pagi Pro 1 RRI Madiun pada Rabu, 11 Maret 2026. Dalam kesempatan itu ia mengangkat tema “Ramadan Hampir Berlalu, Pribadi Bertaqwa Menunggu”.
Menurutnya, umat Islam perlu meningkatkan amalan ibadah pada sepuluh hari terakhir Ramadan agar tidak melewatkan kesempatan meraih pahala yang berlipat ganda.
“Di akhir Ramadan ada malam yang luar biasa namanya Lailatul Qadar. Malam itu diturunkan pada malam-malam sepuluh hari terakhir,” ujar Ustadz Kusnan.
Ia menjelaskan bahwa berbagai amalan seperti membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, serta meningkatkan sedekah dapat menjadi jalan untuk meraih keberkahan tersebut.
“Kalau misalnya kita bersedekah Rp10.000 saja, kemudian bertepatan dengan malam Lailatul Qadar, maka pahalanya bisa setara dengan seribu bulan atau sekitar 83 tahun,” jelasnya.
Ustadz Kusnan juga mencontohkan bagaimana para ulama terdahulu memaksimalkan Ramadan dengan lebih banyak membaca Al-Qur’an dibandingkan aktivitas lainnya.
“Ada ulama hadis yang biasanya setiap hari mengajar, tetapi saat Ramadan beliau menghentikan aktivitas itu untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an,” katanya.
Ia menambahkan bahwa malam Lailatul Qadar tidak disebutkan secara pasti waktunya agar umat Islam terdorong untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan.
“Tidak ditentukan malamnya supaya orang-orang mukmin berlomba-lomba dalam kebaikan,” ungkapnya.
Di akhir dialog, ia menekankan bahwa tujuan utama Ramadan adalah membentuk pribadi yang bertakwa, yang tercermin dari konsistensi ibadah, akhlak yang baik, serta kepedulian terhadap sesama.