Ramadhan : Rehat dan Rawat Jiwa

  • 13 Mar 2026 09:22 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Ramadan memiliki banyak keutamaan.

Dari sisi spiritual hingga keutamaan dari sisi medis.

Ramadan tidak bisa lepas dari hal-hal yang dapat menjadikan sahnya ibadah ramadan sampai dengan hal yang membatalkan Ramadan.

Ramadan merupakan sebuah jeda dari berbagai hiruk pikuk kesibukan duniawi selama sebelas bulan.

“Kita mungkin ingat kepada Allah SWT hanya saat melaksanakan sholat 5 waktu. Dari 24 jam sehari semalam, kita mungkin mengingat Allah hanya kurang lebih 30 menit. Nah, Ramadan mengajak kita untuk menambah durasi ingat kepada Allah SWT”, dikatakan Ustadz Riza Kurniawan,S.Psi.,M.Psi saat menjadi narasumber acara Mutiara Pagi di PRO 1 RRI Madiun, Jumat 6 Maret 2026.

Puasa Ramadan selain menjadi jeda atas hiruk pikuk urusan duniawi, secara kesehatan atau medis puasa juga mengajak kita untuk jeda terhadap makan minum yang kadang tidak teratur selama sebelas bulan. Ramadan mengajak kita untuk hidup sehat.

Dari sisi medis puasa menjadikan kita untuk memperhatikan pola makan terutama masalah waktu. Waktu yang tepat dan rutin selama satu bulan saat buka dan sahur, menjadikan tubuh lebih sehat.

“Jeda tubuh selanjutnya adalah yang berkaitan dengan psikologis. Diluar Ramadan saat kita merasa lapar dan haus, pada umunya kita langsung makan dan minum. Hanya, ketika dibulan Ramadan selapar dan sehaus apapun kita, maka tetap menunggu datangnya waktu maghrib tiba baru boleh makan dan minum atau membatalkan puasa. Maka secara psikologis kita dituntut untuk lebih sabar dan lebih menjaga emosi selama seharian penuh.” Jelas Ustadz Riza

Diakhir dialog acara Mutiara pagi, ustadz Riza mengajak umat muslim mengisi bulan Ramadan dengan hal-hal yang positif dan maksimal sebagi tanda jeda tubuh dari hiruk pikuk urusan dunia dan aktifitas tubuh dari makan dan minum.

Rekomendasi Berita