Kota Madiun: Atlet Kurang Kompetisi Minim Prestasi
- 08 Jun 2024 17:40 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Pengurus dan pelatih Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Madiun, Gatot Suhartono, mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) untuk mengadakan dua kali pertandingan setiap tahun, guna mendukung para atlet dalam memperkuat penguasaan teknik silat mereka. Menurutnya, kurangnya even yang rutin diadakan telah mendorong banyak atlet silat untuk mencari kesempatan mengasah kemampuan di luar daerah.
Sebagai ikon Kota Madiun, pencak silat memerlukan perhatian khusus untuk menjaga martabat para atletnya. Gatot berpendapat bahwa melalui pertandingan rutin, akan membentuk mental para atlet dan mengurangi kegiatan yang kurang produktif. Lebih lanjut, Gatot menyarankan agar Pemerintah Kota menggelar dua pertandingan silat setiap tahun, yakni Piala Walikota pada semester pertama dan Piala Kapolresta Cup pada semester kedua.
| Baca juga: 307 Atlet Ramaikan Kejurkot PBSI Madiun 2026 |
“Dengan adanya pertandingan rutin di Kota Madiun, anak-anak tidak perlu mencari even di luar daerah dengan biaya yang lebih tinggi,” Kata Gatot, Sabtu (08/06/2024). Hal ini diungkapkan Gatot di GOR Tenis Kota Madiun saat melatih peserta Silat O2SN Kota Madiun.
Dukungan Kompetisi akan memotivasi mereka untuk berkompetisi di tingkat lokal dan meningkatkan kemampuan teknik silat mereka. Gatot menekankan bahwa dana khusus dari Pemerintah Kota dapat digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut, dengan memanfaatkan Piala Walikota dan Piala Kapolresta sebagai sarana untuk mendorong pertumbuhan dan prestasi atlet.
Prestasi atlet dapat menjaga harkat dan martabat bangsa, oleh karena itu, dukungan dari pemerintah perlu terus berkelanjutan. Sebagai contoh, jika ada atlet yang meraih prestasi di ajang Porprov, pemerintah dapat memberikan dukungan tambahan selama dua semester berikutnya sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah dicapai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....