Cita Rasa Gempol Serabi Buatan Nenek 77 Tahun
- 04 Okt 2025 08:10 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Di tengah riuh suasana Pasar Manisrejo atau yang akrab disebut Pasar Krempyeng, ada satu kuliner legendaris yang tak pernah sepi pembeli: gempol serabi. Kudapan tradisional ini dijajakan oleh seorang nenek berusia 77 tahun yang dengan setia berjualan setiap pagi.
Dengan meja sederhana dan peralatan seadanya, nenek tersebut mulai berjualan sejak pukul 06.00 WIB. Hanya dengan harga Rp5.000 per porsi, gempol serabi racikannya selalu diburu pembeli. Tak jarang, antrean panjang di depan lapaknya.
Meski usianya tak lagi muda, nenek penjual gempol serabi itu tetap semangat melayani para pembeli seorang diri. Sebungkus gempol disajikan dengan penuh ketelatenan, sehingga pembeli perlu bersabar menunggu giliran. Namun, kesabaran itu sebanding dengan cita rasa yang mereka dapatkan.
“Sudah langganan sejak lama, rasanya khas dan nggak berubah. Makanya meski antre tetap rela,” ujar Dika salah satu pembeli yang memborong hingga 10 bungkus, Sabtu (4/10/2025).
| Baca juga: Tahu Kriuk Lezat Mantap |
Gempol serabi sendiri merupakan jajanan tradisional berbahan dasar tepung beras yang lembut, berpadu dengan kuah santan gurih manis. Kesederhanaannya justru menghadirkan nostalgia, mengingatkan banyak orang pada jajanan tempo dulu yang kini mulai jarang ditemui.

Gempol serabi dengan kuah santan gula jawa yang menggugah selera. Foto: Mada Ristu/ RRI
Kehadiran nenek penjual gempol serabi di Pasar Krempyeng bukan hanya sekadar usaha untuk mencari nafkah, tetapi juga menjadi penjaga tradisi kuliner lokal agar tetap hidup di tengah gempuran makanan modern. Setiap pagi, lapak kecilnya seolah menjadi titik temu antara kenangan dan rasa.
Tak heran, meskipun antre dan harus menunggu cukup lama, para pembeli tetap setia datang demi menikmati kelezatan gempol serabi yang nikmat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....