4K Antarkan Kota Madiun Sabet Penghargaan Pengendalian Inflasi
- 14 Jul 2024 08:46 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Penghargaan terhadap pengendalian inflasi diraih Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Madiun pada 14 Juni lalu. Program 4K dan kolaborasi bersama, menjadikan Kota Madiun mendapatkan penghargaan yang langsung diberikan oleh Presiden Joko Widodo tersebut.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Madiun Danang Novianto mengatakan, penghargaan itu adalah anugerah. “Alhamdulillah, (penghargaan itu) yang pertama karena anugerah Allah SWT, yang kedua itu hasil kerjasama tim TPID Kota Madiun,” kata dia saat menjadi narasumber Mozaik Indonesia Pro 1 RRI Madiun, Rabu (10/7/2024).
Kemudian, yang ketiga, kata Danang, adalah peran masyarakat Kota Madiun yang sudah berkolaborasi/bekerjasama sehingga inflasi di Kota Madiun tetap terjaga. “Kemarin di tanggal 14 Juni diserahkan langsung oleh Bapak Presiden RI di Istana Negara. Kami mendapatkan TPID award terbaik se Jawa Bali,” kata dia.
Selain karena kolaborasi bersama, penghargaan tersebut juga karena beberapa program yang selama ini diterapkan dalam pengendalian inflasi. “Tentu ada beberapa strategi yang kami lakukan dari tim TPID Kota Madiun sehingga inflasi, alhamdulillah terus terjaga dan stabil sehingga mendapatkan anugerah di TPID award. Diantaranya, kami menerapkan 4K,” ujar dia.
4K yang dimaksud Danang, diantaranya adalah:
| Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Membeli Emas |
1). Keterjangkauan Harga
K yang pertama adalah keterjangkauan harga. "Ini adalah bagaimana harga-harga itu bisa kami cek ketersediaannya dan itu terjangkau untuk masyarakat,” ujar Danang. Hal ini dilakukan melalui pemantauan dan stok harus ada dan tersedia. Kegiatannya melalui apa?. Pertama operasi pasar bekerjasama dengan instansi terkait, kemudian dengan inovasi andalan TPID Kota Madiun.
“Inovasi kami adalah Wartek atau Warung Tekan Inflasi, yang dilakukan teman-teman dari Dinas Perdagangan terutama, dan dinas terkait. Di dalam wartek, ada kebijakan subsidi harga dan subsidi angkutan. Dengan upaya ini harga barang yang terindikasi inflasi, dapat didapatkan masyarakat dengan harga terjangkau, mendekati sama harga produsen,” ujar dia.
Selain itu juga ada gerakan pangan murah. “Ini dilakukan di masing-masing wilayah kecamatan jika terjadi inflasi yang tinggi di barang-barang pokok tertentu,” ucap Danang.
2). Ketersediaan Pasokan
| Baca juga: Investasi Emas Aman |
Untuk K kedua adalah ketersediaan pasokan. “Kita tahu di lingkungan Kota Madiun itu kesulitan lahan pertanian, akhirnya dinas terkait mempunyai inovasi bekerja dengan kementerian pusat mendirikan P2L atau Pekarangan Pangan Lestari,” ujar Danang.Saat ini, sudah ada 42 P2L di Kota Madiun tersebar di 27 kelurahan.
“Ini program pemanfaatan pekarangan yang tidak terpakai agar bisa dimanfaatkan menjadi mini pertanian atau urban farming Kota Madiun,” kata Danang. Pembagian bibit tanaman, juga dilakukan Pemerintah Kota (Pemerintah Kota) Madiun untuk anak-anak sekolah.
3). Kelancaran Distribusi
Kemudian K ketiga adalah kelancaran distribusi, ini berkaitan dengan daerah lain, daerah penghasil. “Seperti untuk beras kami bekerjasama dengan Kabupaten Madiun, bawang merah kami kerja sama dengan Nganjuk, untuk cabai kami kerjasama dengan Magetan, telur kerjasama dengan Kabupaten Blitar dan lainnya,” kata dia.
Nah, dengan daerah penyangga atau produsen sekitar itu bekerjasama untuk bisa mensuplai kebutuhan di Kota Madiun. “Sehingga harga produsen dan yang diterima oleh warga itu hampir sama dan bisa terjangkau,” ujar Danang.
Dalam menjalankan kerjasama ini, TPID Kota Madiun berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Koperasi dan pengusaha swasta lainnya.
4). Komunikasi yang Efektif
Danang mengatakan, K keempat adalah komunikasi yang efektif antar tim TPID yang sangat penting. “Karena kami juga tidak bisa berdiri sendiri. Kami kerjasama dengan Bulog, BI Kediri, dengan BPS, PG Rejoagung dan seluruhnya,” kata dia.
Untuk pembahasan inflasi juga selalu dilakukan. “Kami mengadakan secara triwulan itu aktif insyaallah HLM (high level meeting) untuk TPID di lingkungan Kota Madiun beserta OPD dan instansi terkait,” kata dia. Hal ini, lanjut Danang, dilakukan supaya bisa memecahkan potensi inflasi di Kota Madiun dan apa saja yang bisa dilakukan. “Ini untuk temukan solusi yang efektif dan efisien,” ujar dia.
Dari 4K ini, Danang mengatakan, dibuat ekosistem lagi. “Ini kami namakan Si Pinter atau ekosistem pengendalian inflasi terintegrasi. Terintegrasi yang kami maksudkan di sini adalah kondisi bahwa inovasi-inovasi kami bekerja dari hulu sampai hilir,” ujar dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....