Cara Merawat Gigi Palsu agar Tetap Nyaman dan Tidak Cepat Longgar
- 03 Okt 2026 08:41 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Penggunaan gigi palsu menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang kehilangan sebagian maupun seluruh gigi. Namun, selain cara pemakaian, kebersihan dan perawatan gigi palsu juga perlu diperhatikan agar tetap nyaman digunakan dan tidak mudah mengalami perubahan kondisi. Hal tersebut menjadi pertanyaan seorang pendengar program Indonesia Sehat Pro1 RRI Madiun yang menggunakan gigi palsu. Ia mengaku melepas gigi palsunya pada malam hari dan merendamnya menggunakan air biasa. Pada pagi hari, gigi palsu kembali dipasang sebelum dirinya beraktivitas.
“Dok, saya pengguna gigi palsu. Malam saya lepas lalu direndam dengan air biasa. Sebelum mandi di pagi hari gigi saya pasang lagi. Pasta atau larutan apa yang baik untuk merawat gigi palsu sehingga aman dan tidak longgar jika dipakai?” demikian pertanyaan pendengar bernama Bu Mamik, Jumat, 2 Oktober 2026.
Menanggapi pertanyaan itu, drg. Pramita Eka W. menjelaskan bahwa pengguna gigi palsu perlu memperhatikan cara membersihkan gigi palsu sekaligus menjaga kebersihan rongga mulut. Menurutnya, gigi palsu sebaiknya dilepas terlebih dahulu ketika pengguna akan membersihkan gigi. Langkah tersebut penting untuk memastikan tidak ada sisa makanan yang tertinggal atau menyelip di antara gigi palsu dan jaringan di dalam mulut. “Pengguna gigi palsu kalau mau membersihkan gigi, dilepas dulu gigi palsunya untuk dibersihkan. Supaya tidak ada sisa makanan yang menyelip,” ujar drg. Pramita Eka W.
drg. Pramita menjelaskan, setelah dibersihkan, gigi palsu dapat kembali digunakan sesuai kebutuhan. Sementara itu, menjelang tidur, pengguna dapat melepas gigi palsu untuk dibersihkan sebelum disimpan. “Kalau sebelum tidur, gigi palsunya dilepas, kemudian disikat. Untuk gigi palsunya jangan menggunakan sikat dan pasta gigi. Dibersihkan, dicuci, kemudian disimpan dan bisa dipakai lagi,” katanya.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan pengguna gigi palsu adalah pemilihan bahan pembersih. Berbeda dengan gigi asli, gigi palsu tidak dianjurkan dibersihkan menggunakan sikat dan pasta gigi seperti pada gigi alami. drg. Pramita mengatakan, penggunaan pasta gigi dapat menimbulkan kikisan pada permukaan gigi palsu karena sifat abrasif yang terdapat pada bahan pembersih tersebut. “Membersihkan gigi palsu tidak boleh pakai sikat dan pasta gigi. Kita menghindari kikisan pada gigi palsu atau abrasif. Dikhawatirkan nanti lapisan giginya hilang, sehingga permukaannya tidak lagi glossy,” jelasnya.
Menurut Pramita, permukaan gigi palsu yang mengalami pengikisan dapat kehilangan karakteristik permukaannya. Karena itu, pengguna perlu menggunakan metode pembersihan yang memang diperuntukkan bagi gigi palsu. Untuk membantu membersihkan gigi palsu, saat ini tersedia produk pembersih khusus yang dapat ditemukan secara bebas di pasaran. Produk tersebut umumnya berbentuk koin, atau bahan pembersih yang dilarutkan dalam air. “Biasanya ada pembersih gigi palsu untuk melarutkan kotoran. Bentuknya bulat-bulat, dilarutkan di dalam air, kemudian gigi palsunya dimasukkan di situ. Biasanya dijual bebas,” ujar drg. Pramita.
Penggunaan pembersih khusus tersebut dapat menjadi alternatif untuk membantu menjaga kebersihan gigi palsu tanpa memberikan gesekan abrasif seperti pasta gigi. Namun, perawatan gigi palsu tidak hanya berkaitan dengan kebersihan. Pengguna juga perlu memperhatikan apabila gigi palsu mulai terasa longgar atau tidak lagi nyaman saat digunakan. Rasa longgar pada gigi palsu tidak selalu dapat diatasi hanya dengan mengganti bahan pembersih atau melakukan perawatan sendiri di rumah. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan jenis dan indikasi gigi palsu yang digunakan.
drg. Pramita menegaskan, apabila gigi palsu mulai longgar, pengguna sebaiknya berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mengetahui penyebab dan tindakan yang diperlukan. “Kalau gigi palsunya longgar, tidak bisa ditreatment sendiri. Harus ke dokter gigi,” tegasnya. Ia menjelaskan, gigi palsu memiliki berbagai jenis dan penggunaannya disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Ada gigi palsu yang menggunakan kawat dan ada pula yang tidak menggunakan kawat.
“Gigi palsu itu ada indikasinya. Ada yang tanpa kawat, ada yang pakai kawat, tergantung kasusnya,” katanya. Dengan demikian, penggunaan maupun penyesuaian gigi palsu tidak dapat disamaratakan pada setiap orang. Pemeriksaan dokter gigi diperlukan untuk menentukan jenis perawatan yang sesuai dengan kondisi rongga mulut pasien. Perawatan gigi palsu pada dasarnya tidak hanya bertujuan menjaga tampilannya, tetapi juga membantu mempertahankan kebersihan dan kenyamanan selama digunakan. Pengguna perlu membersihkan gigi palsu secara rutin, memperhatikan kebersihan rongga mulut, serta mengikuti petunjuk perawatan yang sesuai dengan jenis gigi palsu. Bagi pengguna yang mengalami perubahan kenyamanan, gigi palsu terasa longgar, atau terdapat keluhan lain, pemeriksaan ke dokter gigi menjadi langkah yang diperlukan. Dengan pemeriksaan tersebut, dokter dapat mengevaluasi kondisi gigi palsu sekaligus menentukan apakah diperlukan penyesuaian atau perawatan lebih lanjut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....