Konsumsi Gula Berlebihan pada Anak dan Dampaknya bagi Kesehatan
- 21 Sep 2026 09:24 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Konsumsi gula merupakan salah satu satu dari pola makan sehari-hari, termasuk pada anak-anak. Gula dapat ditemukan dalam berbagai jenis makanan dan minuman, seperti permen, cokelat, kue, minuman kemasan, serta makanan dan minuman manis lainnya.
Meskipun gula dapat menjadi sumber energi, konsumsi yang berlebihan perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Menurut dr. Catryn Megawati, Sp.A, dokter spesialis anak, konsumsi gula secara berlebihan bukan merupakan penyebab langsung anak menjadi hberlebihan
Anggapan bahwa makanan atau minuman manis secara langsung menyebabkan hiperaktivitas pada anak belum dapat dijadikan kesimpulan secara ilmiah. Oleh karena itu, perilaku anak yang aktif tidak dapat serta-merta dikaitkan dengan konsumsi gula.
Namun demikian, konsumsi gula yang berlebihan tetap perlu dibatasi karena dapat memberikan dampak kurang baik bagi kesehatan anak. Asupan gula yang terlalu tinggi, terutama jika berlangsung dalam jangka panjang dan tidak diimbangi dengan pola makan serta aktivitas fisik yang baik, dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan obesitas.
Kondisi tersebut selanjutnya dapat berkaitan dengan munculnya berbagai gangguan kesehatan. Selain obesitas, konsumsi gula yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan gigi, terutama karies gigi.
Gula yang dikonsumsi secara berlebihan dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan bakteri di dalam rongga mulut sehingga meningkatkan risiko kerusakan gigi apabila kebersihan gigi dan mulut tidak dijaga dengan baik. Dampak lainnya berkaitan dengan kesehatan metabolik.
| Baca juga: Amankah Diet Karnivora? |
Pola konsumsi makanan dan minuman tinggi gula yang berlangsung terus-menerus, terutama apabila disertai kelebihan berat badan, dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan metabolisme dan penyakit seperti diabetes melitus tipe 2. Oleh sebab itu, perhatian terhadap pola makan anak perlu dilakukan sejak dini.
Dr. Catryn juga menekankan pentingnya membatasi asupan gula dan menerapkan pola makan yang seimbang pada anak. Pembatasan gula bukan berarti anak harus sepenuhnya menghindari makanan manis, tetapi jumlah dan frekuensi konsumsinya perlu diperhatikan.
Anak tetap membutuhkan asupan berbagai zat gizi, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serta serat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Penerapan pola makan seimbang dapat dilakukan dengan membiasakan anak mengonsumsi makanan yang beragam, memperbanyak sayur dan buah, memilih sumber protein yang baik, serta membatasi makanan dan minuman dengan kandungan gula tambahan yang tinggi.
Orang tua juga memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan makan anak dengan memberikan contoh pola makan yang sehat di lingkungan keluarga. Dengan demikian, konsumsi gula tidak tepat jika dianggap sebagai penyebab langsung hiperaktivitas pada anak.
Namun, konsumsi gula secara berlebihan tetap perlu mendapatkan perhatian karena dapat berkontribusi terhadap berbagai risiko kesehatan, terutama obesitas, masalah kesehatan gigi, dan gangguan metabolik. Membiasakan anak mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan jumlah gula yang terkontrol merupakan salah satu langkah penting untuk mendukung pertumbuhan serta kesehatan anak dalam jangka panjang. (UU)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....