Kekurangan Kalium Bisa Ganggu Jantung, Benarkah?

  • 21 Agt 2026 17:31 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun-Kalium adalah mineral penting yang berperan menjaga keseimbangan cairan, fungsi saraf, kontraksi otot, hingga irama jantung yang stabil. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa pola makan sehari-hari seringkali tidak mencukupi kebutuhan harian kalium, sehingga memicu kekurangan kalium atau hipokalemia.

Jika dibiarkan, kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga bisa berbahaya bagi kesehatan jantung. Menurut Kementerian Kesehatan RI, kebutuhan kalium harian orang dewasa berkisar antara 3.500–4.700 miligram.

Namun, data Survei Konsumsi Makanan Indonesia menunjukkan sebagian besar masyarakat baru memenuhi kurang dari separuh kebutuhan tersebut. Berikut adalah tanda-tanda yang sering muncul saat tubuh kekurangan kalium, beserta penjelasan dari para ahli kesehatan.

8 Tanda Tubuh Kekurangan Kalium

1. Otot Sering Kram dan Lemas

Tanda paling umum yang dirasakan adalah kram mendadak pada betis, paha, atau tangan, terutama setelah beraktivitas fisik. Otot juga terasa lemas meskipun tidak melakukan aktivitas berat.

Dr. Rina Sari, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik mengatakan, "Kalium berfungsi mengatur sinyal yang mengarahkan otot untuk berkontraksi dan berelaksasi. Saat kadarnya rendah, sinyal tersebut terganggu sehingga otot berkontraksi berlebih atau justru sulit bergerak, memicu kram dan kelemahan."

2. Jantung Berdebar atau Tidak Beraturan

Kekurangan kalium membuat irama jantung menjadi tidak stabil, terasa berdebar kencang, berhenti sebentar, atau berdetak terlalu lambat. Pada kasus yang parah, hal ini bisa memicu gangguan irama jantung yang berbahaya.

Dr. Budi Santoso, Sp.JP, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, mengatakan, "Jantung adalah otot yang paling bergantung pada keseimbangan kalium. Kadar kalium yang terlalu rendah bisa menyebabkan gangguan irama jantung ringan hingga berat seperti fibrilasi ventrikel yang mengancam nyawa jika tidak segera ditangani."

3. Sering Merasa Lelah Tanpa Sebab

Masih merasa lelah dan lesu sepanjang hari meskipun sudah cukup tidur dan tidak beraktivitas berat. Hal ini terjadi karena sel-sel tubuh kesulitan mendapatkan energi yang cukup.

Dr. Rina Sari, Sp.GK mengatakan, "Tanpa kadar kalium yang cukup, sel tubuh tidak dapat menyerap dan menggunakan nutrisi dengan baik untuk menghasilkan energi. Akibatnya, tubuh cepat lelah dan kurang bertenaga meskipun asupan makanan sudah cukup."

4. Sembelit dan Gangguan Pencernaan

Otot pada saluran pencernaan juga membutuhkan kalium untuk bergerak mendorong makanan. Kekurangan mineral ini membuat pergerakan usus melambat, menyebabkan sembelit, kembung, atau perut terasa penuh terus-menerus.

Dr. Ani Lestari, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, mengatakan banyak orang mengira sembelit hanya karena kurang serat, padahal kekurangan kalium juga sering menjadi penyebab utamanya karena otot usus kehilangan kemampuan untuk bergerak secara teratur.

5. Kesemutan atau Rasa Terbakar pada Kulit

Muncul rasa kesemutan, seperti ditusuk-tusuk jarum, atau rasa panas pada tangan, kaki, atau area tubuh lain yang tidak jelas penyebabnya. Ini terjadi karena fungsi saraf terganggu akibat kadar kalium yang rendah.

Dr. Dedi Firmansyah, Sp.S, Dokter Spesialis Saraf, mengatakan, "Kalium menjaga kelancaran transmisi sinyal antar saraf. Jika kadarnya turun, saraf menjadi lebih sensitif atau justru tidak merespons dengan benar, sehingga memunculkan sensasi kesemutan atau rasa terbakar yang tidak wajar."

6. Tekanan Darah yang Tidak Stabil

Kalium membantu pembuluh darah untuk rileks dan mengeluarkan kelebihan cairan serta natrium dari tubuh. Kekurangan kalium membuat pembuluh darah lebih kaku dan tekanan darah cenderung naik atau sulit dikendalikan.

Dr. Budi Santoso, Sp.JP mengatakan "Asupan kalium yang cukup sama pentingnya dengan mengurangi garam dalam menjaga tekanan darah. Banyak pasien hipertensi yang tekanan darahnya sulit turun ternyata juga mengalami kekurangan kalium."

7. Kram Perut dan Mual

Selain gangguan pencernaan jangka panjang, kekurangan kalium juga bisa memicu rasa mual, ingin muntah, hingga nyeri kram pada perut bagian atas atau tengah.

Dr. Ani Lestari, Sp.PD mengungkapkan bahwa gangguan kontraksi otot di saluran cerna juga memengaruhi lambung, sehingga muncul rasa mual dan kram perut yang sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan biasa."

8. Sulit Berkonsentrasi dan Sering Bingung

Otak sangat bergantung pada keseimbangan elektrolit termasuk kalium untuk mengirim dan menerima sinyal. Saat kadarnya rendah, seseorang menjadi sulit fokus, mudah lupa, atau merasa bingung tanpa alasan yang jelas.

Dr. Dedi Firmansyah, Sp.S mengatakan, kekurangan kalium yang ringan saja sudah bisa mengganggu fungsi kognitif. Jika dibiarkan lama, kondisi ini bahkan bisa menyebabkan kebingungan yang lebih berat hingga gangguan kesadaran.

Cara Mencegah Kekurangan Kalium

Kekurangan kalium umumnya terjadi karena kurangnya asupan makanan yang kaya mineral ini, atau kehilangan terlalu banyak cairan akibat muntah berlebih, diare, keringat berlebih, atau penggunaan obat peluruh air seni tanpa pengawasan dokter. Untuk mencegahnya, penuhi kebutuhan kalium harian dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan mineral ini seperti pisang, alpukat, ubi jalar, bayam, kacang-kacangan, ikan, dan susu.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....