Tubuh Kekurangan Kalium, Awas Bisa Ganggu Jantung!
- 17 Agt 2026 13:00 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun- Kalium adalah mineral penting yang berperan menjaga keseimbangan cairan, fungsi saraf, kontraksi otot, hingga irama jantung yang stabil. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa pola makan sehari-hari seringkali tidak mencukupi kebutuhan harian kalium, sehingga memicu kekurangan kalium atau hipokalemia.
Jika dibiarkan, kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga bisa berbahaya bagi kesehatan jantung. Menurut Kementerian Kesehatan RI, kebutuhan kalium harian orang dewasa berkisar antara 3.500–4.700 miligram. Namun, data Survei Konsumsi Makanan Indonesia menunjukkan sebagian besar masyarakat baru memenuhi kurang dari separuh kebutuhan tersebut.
Menurut Dr. Budi Santoso, Sp.JP, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, jantung adalah otot yang paling bergantung pada keseimbangan kalium. Kadar kalium yang terlalu rendah bisa menyebabkan gangguan irama jantung ringan hingga berat seperti fibrilasi ventrikel yang mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.
Berikut adalah tanda-tanda yang sering muncul saat tubuh kekurangan kalium, beserta penjelasan dari para ahli kesehatan.
Tanda-tanda Tubuh Kekurangan Kalium
1. Otot Sering Kram dan Lemas
Tanda paling umum yang dirasakan adalah kram mendadak pada betis, paha, atau tangan, terutama setelah beraktivitas fisik. Otot juga terasa lemas meskipun tidak melakukan aktivitas berat. Kalium berfungsi mengatur sinyal yang mengarahkan otot untuk berkontraksi dan berelaksasi. Saat kadarnya rendah, sinyal tersebut terganggu sehingga otot berkontraksi berlebih atau justru sulit bergerak, memicu kram dan kelemahan.
2. Jantung Berdebar atau Tidak Beraturan
Kekurangan kalium membuat irama jantung menjadi tidak stabil, terasa berdebar kencang, berhenti sebentar, atau berdetak terlalu lambat. Pada kasus yang parah, hal ini bisa memicu gangguan irama jantung yang berbahaya.
3. Sering Merasa Lelah Tanpa Sebab
Anda mungkin merasa lelah dan lesu sepanjang hari meskipun sudah cukup tidur dan tidak beraktivitas berat. Hal ini terjadi karena sel-sel tubuh kesulitan mendapatkan energi yang cukup.
4. Sembelit dan Gangguan Pencernaan
Otot pada saluran pencernaan juga membutuhkan kalium untuk bergerak mendorong makanan. Kekurangan mineral ini membuat pergerakan usus melambat, menyebabkan sembelit, kembung, atau perut terasa penuh terus-menerus.
5. Kesemutan atau Rasa Terbakar pada Kulit
Muncul rasa kesemutan, seperti ditusuk-tusuk jarum, atau rasa panas pada tangan, kaki, atau area tubuh lain yang tidak jelas penyebabnya. Ini terjadi karena fungsi saraf terganggu akibat kadar kalium yang rendah.
6. Tekanan Darah yang Tidak Stabil
Kalium membantu pembuluh darah untuk rileks dan mengeluarkan kelebihan cairan serta natrium dari tubuh. Kekurangan kalium membuat pembuluh darah lebih kaku dan tekanan darah cenderung naik atau sulit dikendalikan.
7. Kram Perut dan Mual
Selain gangguan pencernaan jangka panjang, kekurangan kalium juga bisa memicu rasa mual, ingin muntah, hingga nyeri kram pada perut bagian atas atau tengah.
8. Sulit Berkonsentrasi dan Sering Bingung
Otak sangat bergantung pada keseimbangan elektrolit termasuk kalium untuk mengirim dan menerima sinyal. Saat kadarnya rendah, seseorang menjadi sulit fokus, mudah lupa, atau merasa bingung tanpa alasan yang jelas.
Kekurangan kalium umumnya terjadi karena kurangnya asupan makanan yang kaya mineral ini, atau kehilangan terlalu banyak cairan akibat muntah berlebih, diare, keringat berlebih, atau penggunaan obat peluruh air seni tanpa pengawasan dokter. Untuk mencegahnya, penuhi kebutuhan kalium harian dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan mineral ini seperti pisang, alpukat, ubi jalar, bayam, kacang-kacangan, ikan, dan susu.
Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas secara terus-menerus, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....