Dosen Linda Yuhanna Ingatkan Dampak Abaikan Digital Wellbeing
- 16 Agt 2026 08:56 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Penggunaan teknologi digital yang semakin intensif membuat masyarakat perlu memperhatikan keseimbangan dalam menjalani aktivitas di dunia maya. Pengabaian aspek digital wellbeing dapat memengaruhi cara seseorang mengelola emosi dan menyikapi berbagai pengalaman di ruang digital.
Akademisi dan Dosen UNIPMA, Dr. W. Linda Yuhanna, M.Si., mengatakan kunci utama digital wellbeing adalah kemampuan menjaga kesejahteraan diri saat menggunakan perangkat dan konten digital. Pengguna perlu memahami batas agar aktivitas digital tidak dilakukan secara berlebihan.
Menurut Linda, keseimbangan tersebut berkaitan dengan kesadaran terhadap waktu penggunaan, kesehatan fisik dan mental, serta kemampuan membagi kehidupan di dunia nyata dan dunia maya. Dengan pengelolaan yang baik, seseorang dapat tetap menggunakan teknologi tanpa merasa terbebani oleh aktivitas digital.
"Kata kunci utama untuk digital ini adalah bagaimana kita menyejahterakan diri kita ketika menggunakan gadget atau konten-konten yang sifatnya digitalisasi. Kalau kita merasa bisa biasa saja dan tidak berlebihan, saya rasa kita sudah bisa menata diri untuk menggunakan gadget," ujar Linda.
Linda juga mengingatkan pengguna media sosial untuk tidak terlalu bergantung pada tanggapan warganet. Setiap unggahan dapat memperoleh respons positif maupun negatif sehingga pengguna perlu memiliki sikap terbuka dan tidak menjadikan penilaian orang lain sebagai ukuran utama.
"Kalau kita memposting sesuatu lalu ada sentimen positif atau negatif, itu tidak apa-apa. Tidak harus semua netizen di dunia maya menyukai apa yang kita posting, karena ketika kita sudah open minded, saya rasa prinsip digital wellbeing dalam dunia digital sudah kita pegang," katanya.
Menurut Linda, kesiapan mental menjadi bagian penting ketika seseorang aktif berkarya di media sosial. Generasi muda diharapkan mampu menerima kritik dan komentar secara bijak tanpa kehilangan kepercayaan diri atau merasa harus menarik diri dari ruang digital ketika mendapat penilaian negatif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....