Kiat Aman Minum Obat yang Menyebabkan Kantuk bagi Pekerja
- 14 Agt 2026 18:53 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Penggunaan obat yang menimbulkan efek samping mengantuk kerap menjadi dilema bagi masyarakat yang harus tetap beraktivitas atau bekerja. Pengaturan waktu minum obat dan pemilihan tempat yang aman, menjadi hal yang perlu diperhatikan agar terapi obat tetap efektif tanpa membahayakan keselamatan maupun mengganggu aktivitas.
Vevi Maritha dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Magetan, menjelaskan efek mengantuk timbul karena zat aktif obat tertentu bekerja menembus sawar darah otak dan memengaruhi aktivitas sistem saraf pusat, sehingga dapat menurunkan tingkat kewaspadaan tubuh.
Efek kantuk umumnya mulai dirasakan sekitar 30 menit setelah obat diminum. Namun, Vevi menekankan bahwa respons setiap individu terhadap obat bisa berbeda-beda.
Bagi masyarakat yang tetap harus bekerja atau beraktivitas, Vevi menyarankan agar meminum obat saat sudah tiba di lokasi kerja atau tempat tujuan yang aman, bukan saat hendak berangkat. Ia menekankan agar masyarakat tidak mengemudi atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan tinggi setelah mengonsumsi obat yang menyebabkan kantuk.
"Jangan minum obat pada saat kita mau berangkat, tapi saat sudah ada di tempat kerja. Sehingga ketika efek kantuknya muncul kita sudah ada pada lokasi atau pada tempat yang aman," jelasnya, kemarin.
Mengenai jadwal konsumsi, Vevi mengingatkan masyarakat tetap mematuhi interval waktu penggunaan obat. Ia menekankan jadwal konsumsi obat dihitung berdasarkan jarak antarjam, bukan sekadar siklus pagi, siang, atau malam.
"Definisi minum obat sehari dua kali atau sehari tiga kali itu bukan pagi, siang, sore, tapi yang dihitung adalah jamnya. Kalau sehari tiga kali itu setiap 8 jam sekali. Kalau sehari dua kali berarti setiap 12 jam sekali," tambahnya.
Bagi masyarakat yang membutuhkan obat tetapi tetap harus melakukan aktivitas, Vevi menyarankan untuk berkonsultasi langsung dengan apoteker di apotek resmi. Konsultasi dapat dilakukan untuk mendapatkan pilihan obat yang sesuai dan lebih kecil kemungkinannya menyebabkan kantuk.
Namun, jika rasa kantuk yang dirasakan sangat berat, Vevi mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri dan memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....