Berikut Cara Menampung dan Menyimpan Kolostrum sebelum Kelahiran Bayi
- 29 Jul 2026 20:04 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Cairan kuning keemasan yang keluar pertama sebelum ASI atau dikenal dengan kolostrum dapat dipanen baik sebelum atau sesudah proses persalinan.
Selain sebagai cadangan nutrisi terbaik bagi bayi baru lahir, aktivitas tersebut juga berfungsi sebagai metode induksi alami untuk merangsang kontraksi persalinan.
Pada minggu ke- 38 kehamilan menjadi waktu yang disarankan untuk dilakukan colostrum harvesting atau memanen kolostrum, dan atau pada hari pertama hingga ketujuh pasca persalinan.
Sementara itu, Konselor Laktasi dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Madiun, Rochmanita Sandya Afindaningrum, S.Tr.Keb., Bdn., M.Keb memaparkan kepada RRI Madiun terkait bagaimana menampung dan juga menyimpan kolostrum secara higienis di rumah.
“Teknik penampungan yang steril dan tepat ini perlu diperhatikan, dimana kolostrum yang keluar pada akhir masa kehamilan umumnya berjumlah sangat sedikit bahkan terkadang hanya berupa tetesan atau cairan tipis. Oleh karena itu, diperlukan media penampung dan teknik khusus".
Sendok stainless steel dianjurkan untuk menampung hasil perahan kolostrum yang jumlahnya sedikit atau dalam bentuk uap, namun itu sangat berharga. Mengapa sendok stainless karena mudah disterilkan terlebih ketika tidak memiliki sterilisator, sehingga dapat dicelupkan ke air mendidih atau menggunakan tabung penyimpanan khusus kolostrum yang banyak dijual di e-commerce sekarang ini.
Selanjutnya, memastikan wadah dan tabung khusus seperti spet/spuit, suntikan tanpa jarum. Cuci bersih lalu disterilkan menggunakan air mendidih atau alat UV sterilizer sebelum digunakan.
Finda juga mengingatkan terkait teknik memerah dengan tangan yang juga membutuhkan keterampilan khusus. Dalam hal ini perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan (nakes) atau konselor laktasi agar teknik yang dilakukan tepat dan tetesan kolostrum dapat keluar secara maksimal.
Pilihan tempat penyimpanan kolostrum juga sangat bergantung pada kondisi fisik dan tanda-tanda persalinan sang ibu. Penyimpanan pada chiller diperuntukkan pada perahan kolostrum pada kondisi ibu yang sudah merasakan kontraksi yang teratur atau merasa persalinan sudah sangat dekat sebagai persiapan membawa kolostrum ke rumah sakit.
Sedangkan penyimpanan dalam freezer digunakan apabila tanda- tanda kontraksi belum dirasakan ibu. Pada kulkas 1 pintu makan penyimpanan kolostrum dapat tahan hingga 1 bulan sedangkan untuk kulkas 2 pintu bisa mencapai 3 bulan.
Selanjutnya untuk prosedur ketika membawa ke rumah sakit, saat jelang persalinan yakni dengan menyimpan wadah kolostrum di dalam cooler bag. Kemudian tiba di rumah sakit, kolostrum dapat dihangatkan terlebih dahulu sebelum diberikan kepada bayi.
Praktik colostrum harvesting umumnya dilakukan secara intensif mulai usia kehamilan 38 minggu, dengan durasi 10 menit per sesi dan dilakukan 2 kali sehari selama 5 hingga 7 hari. Selain bertujuan mengumpulkan tetesan emas nutrisi pertama bagi buah hati, rangsangan saat memerah kolostrum secara manual ini juga berfungsi efektif sebagai induksi alami untuk memicu kontraksi persalinan normal secara mandiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....