Cara Bijak Hadapi Anak yang Mengabaikan Ucapan atau Perintah dari Orang Tua
- 30 Jun 2026 00:43 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Alih-alih memberikan hukuman saat anak mengabaikan ucapan, memperbaiki struktur komunikasi dinilai menjadi kunci utama yang jauh lebih efektif bagi orang tua.
Pola pendekatan inilah yang dipaparkan oleh Robik Anwar Dhani, M.Psi., Psikologi, seorang Psikolog sekaligus Dosen Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Kampus Kota Madiun, dalam menyikapi fenomena anak yang kerap abai terhadap perintah dan atau ucapan orang tua.
Kepada RRI Madiun, Robik menekankan bahwa identifikasi penyebab dari perilaku anak tersebut perlu dilakukan bagi orang tua.
"Jadi memahami latar belakang di balik sikap abai anak adalah kunci utama, karena dengan mengetahui alasan spesifik mengapa anak enggan mendengarkan, orang tua baru dapat menentukan dan memberikan intervensi yang tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga efektif dalam jangka panjang,” ucap Psikolog anak tersebut.
Lebih lanjut, bahwa intervensi yang efektif menurut Dosen Psikologi UKWMS Kampus Kota Madiun ini bukan berfokus pada pemberian hukuman atas sikap abai sang anak. Sebaliknya, fokus utama orang tua harus diarahkan pada perbaikan dan pembenahan struktur komunikasi yang selama ini terbangun antara orang tua dan anak di rumah.
Sejumlah tips yang dapat diterapkan oleh orang tua juga dibagikan oleh Robik, sebagai langkah nyata. Pertama adalah menerapkan prinsip connection before direction.
“Jadi kita bisa membangun suatu hubungan dahulu atau kedekatan emosional dengan anak. Sebelum orang tua akhirnya memberikan arahan, perintah maupun nasihat,” jelasnya.
Ketika hubungan interpersonal dan kedekatan emosional sudah terjalin dengan baik dalam momen tersebut, anak akan menjadi lebih terbuka.
Setelah koneksi itu terbentuk, barulah orang tua bisa mulai memberikan arahan atau wejangan, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan lebih baik tanpa adanya penolakan.
Tips kedua adalah menggunakan prinsip komunikasi yang singkat dan spesifik. Robik menyarankan agar orang tua menghindari kalimat retoris atau sindiran yang sering kali tidak efektif, seperti,
"kamu bisa dengar Mama nggak sih?" , nah kalimat seperti ini cenderung membuat anak defensif dan tidak akan menyelesaikan masalah.
Sebagai gantinya, orang tua diimbau untuk langsung menyampaikan pesan secara jelas, jernih, dan spesifik mengenai apa yang diharapkan dari anak. Contohnya, orang tua dapat langsung berkata dengan lembut namun tegas,
"Kak atau dek, minta tolong untuk dimasukkan mainannya," sehingga anak tahu pasti tindakan apa yang harus mereka lakukan.
Terakhir, Robik memperkenalkan prinsip behavioral momentum sebagai tips ketiga. Strategi ini memanfaatkan momentum yang tepat, yaitu ketika anak sedang berada dalam kondisi santai, memiliki waktu luang, atau saat emosinya sedang tenang (cooling down).
Menurut Robik, dengan memilih momentum psikologis yang tepat ini, peluang ucapan atau perintah orang tua untuk didengar dan dipatuhi oleh anak akan menjadi jauh lebih besar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....