Bukan Sekadar Pelengkap Menu, Lima Sayuran Ini Disebut Kaya Senyawa Aktif
- 31 Mei 2026 08:44 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, MADIUN - Tomat, brokoli, buncis, jamur, dan wortel tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap menu makanan sehari-hari. Beragam sayuran tersebut disebut menyimpan senyawa aktif yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh.
Melansir kanal YouTube dr.Emasuperr, beberapa sayuran memiliki kandungan zat alami seperti likopen, isothiocyanates, polifenol, beta-glukan, hingga karotenoid. Senyawa tersebut diketahui membantu tubuh melawan peradangan, menjaga daya tahan tubuh, hingga melindungi sel dari kerusakan.
Tomat menjadi salah satu bahan pangan yang disebut memiliki manfaat besar berkat kandungan vitamin C dan likopen di dalamnya. Kedua zat tersebut bekerja sebagai antioksidan yang membantu tubuh menghadapi stres oksidatif.
| Baca juga: Tujuh Makanan yang Meredakan Peradangan |
“Tomat ini mengandung dua senjata penting yaitu vitamin C dan likopen. Vitamin C jelas kita tahu dia antiinflamasi kuat, bantu tubuh lawan peradangan dan antioksidan kuat. Tapi yang bikin tomat benar-benar spesial adalah likopen yang melindungi DNA kita dari kerusakan akibat stres oksidatif termasuk dari sinar UV matahari,” jelas dr.Emasuperr.
Selain tomat, kelompok sayuran brasika seperti brokoli, kale, kubis, dan kembang kol juga dinilai kaya manfaat. Sayuran tersebut mengandung isothiocyanates atau ITC, yakni senyawa alami yang membantu meningkatkan sistem imun dan melawan peradangan.
Menurut dr.Emasuperr, manfaat sayuran brasika bisa berkurang apabila diolah terlalu lama. Karena itu, proses memasak singkat dinilai lebih tepat untuk menjaga kandungan zat aktif di dalamnya.
| Baca juga: Rahasia Nutrisi dalam Sepotong Brokoli |
“Jangan masak terlalu lama karena ini bisa merusak zat aktifnya. Cukup dicelupkan 30 hingga 60 detik ke air mendidih atau tumis cepat di wajan panas. Saat dikunyah dengan baik, enzim mirosinase akan aktif dan membantu tubuh memanfaatkan ITC yang terkandung dalam sayuran itu,” ujarnya.
Sementara itu, buncis hijau disebut sebagai sumber protein nabati, serat, serta polifenol yang memiliki efek antiinflamasi kuat. Sayuran ini juga dinilai cocok menjadi pilihan tambahan asupan protein bagi masyarakat yang mengurangi konsumsi protein hewani.
Jamur pun masuk dalam daftar sayuran favorit berkat kandungan beta-glukan dan vitamin D alaminya. Kandungan tersebut diketahui membantu mendukung sistem imun, kesehatan sirkulasi darah, hingga menjaga kesehatan mikrobioma usus.
“Jamur kaya akan senyawa bioaktif terutama beta-D-glukan. Senyawa ini membantu memperbaiki sirkulasi darah, memperkuat sistem daya tahan tubuh, membantu tubuh lebih cepat tanggap terhadap infeksi maupun luka, bahkan memiliki peran dalam menghambat pertumbuhan kanker melalui mekanisme antiangiogenesis,” ungkap dr.Emasuperr.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....