Nasi Panas atau Nasi Dingin, Mana yang Lebih Sehat?
- 26 Mei 2026 15:32 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Topik mengenai nasi panas dan nasi dingin kini semakin menarik perhatian, terutama di kalangan masyarakat yang menerapkan pola hidup sehat. Banyak yang menganggap nasi dingin lebih baik untuk tubuh dibanding nasi yang baru matang.
Hal ini berkaitan dengan perubahan struktur pati pada nasi setelah didinginkan. Meski begitu, bukan berarti nasi panas otomatis buruk bagi kesehatan.
Nasi yang baru matang mengandung pati yang lebih mudah dicerna tubuh sehingga mampu memberikan energi dengan cepat. Karena itu, nasi panas cocok untuk orang yang memiliki aktivitas tinggi atau membutuhkan asupan energi dalam waktu singkat.
| Baca juga: Manfaat Makan Ubi Jalar untuk Kesehatan |
Namun, nasi panas juga dapat memicu kenaikan gula darah lebih cepat jika dikonsumsi dalam porsi besar dan terlalu sering tanpa diimbangi sayur maupun protein. Sementara itu, nasi yang sudah didinginkan beberapa jam di kulkas mengalami perubahan menjadi pati resisten (resistant starch).
Jenis pati ini bekerja mirip serat sehingga lebih lambat dicerna tubuh. Akibatnya, rasa kenyang bisa bertahan lebih lama dan respons gula darah menjadi lebih stabil.
Dalam jurnal Effect of cooling of cooked white rice on resistant starch content and glycemic response disebutkan, bahwa pendinginan nasi meningkatkan kandungan pati resisten dan menurunkan respons glikemik.
| Baca juga: “Stop 3 Hal setelah Makan” |
Meski memiliki manfaat, nasi dingin juga perlu disimpan dengan cara yang benar. Nasi yang terlalu lama berada di suhu ruang berisiko ditumbuhi bakteri yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan.
Karena itu, nasi sebaiknya segera disimpan di kulkas setelah dingin dan dipanaskan kembali sebelum dikonsumsi agar tetap aman untuk tubuh. Pilihan antara nasi panas atau nasi dingin bergantung pada kebutuhan masing-masing orang.
Jika ingin menjaga gula darah atau sedang menjalani program diet, nasi dingin bisa menjadi pilihan menarik. Namun jika membutuhkan energi cepat dan makanan yang lebih nyaman disantap, nasi panas tetap baik dikonsumsi. Yang paling penting bukan hanya suhu nasinya, tetapi juga porsi makan dan pola hidup secara keseluruhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....