Manfaat Makan Ubi Jalar untuk Kesehatan
- 05 Mei 2026 07:29 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun- Ubi jalar adalah bahan makanan dari umbi-umbian yang mengenyangkan dan relatif menyehatkan tubuh. Ubi terdiri dari berbagai jenis.
Ada yang berdaging warna oranye, ungu, kuning, atau putih. Biasanya di Indonesia, ubi akan digoreng berselimutkan tepung tipis, atau direbus dan disantap selagi panas.
Ubi jalar bukan cuma enak dan bikin kenyang, tapi juga termasuk superfood lokal.
Kandungan Gizi Ubi JalarDalam 1 buah ubi jalar ukuran 5 inci ada: 26g karbohidrat, 4g serat, 922 mcg vitamin A, 3 mg vitamin C, 32 mg magnesium, 61 mg fosfor, 72 mg natrium. Kalorinya rendah, lemak 0g, tapi vitamin A-nya lebih dari 100% kebutuhan harian. ciputrahospital.commanfaat.co.id
Ini 10 manfaatnya berdasarkan sumber kesehatan Indonesia:
- Ubi JalarJaga Kesehatan Mata
"Tingginya kandungan beta-karoten dan vitamin A dalam ubi jalar dapat membantu menjaga kesehatan mata, mencegah masalah penglihatan, dan menjaga kecerahan mata". Beta-karoten diubah jadi vitamin A yang bantu bentuk reseptor pendeteksi cahaya di mata.
- Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
Ubi jalar kaya vitamin C dan antioksidan. Vitamin C "berperan sebagai antioksidan dan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh secara optimal. Ini membantu melawan infeksi dan penyakit yang menyerang tubuh"
- Lancarkan Pencernaan & Cegah Sembelit
"Kandungan serat pada ubi jalar membantu memperlancar proses pencernaan dan mencegah sembelit. Serat pada ubi jalar juga menjaga kesehatan usus dan mendukung pertumbuhan bakteri baik".
- Kontrol Gula Darah
Ubi jalar indeks glikemiknya rendah. Seratnya bantu "memperlambat penyerapan gula, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis". Juga bisa "meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin". Tapi penderita diabetes tipe 2 tetap perlu konsultasi dokter dulu.
- Turunkan Tekanan Darah & Sehat untuk Jantung
"Ubi jalar kaya kalium untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan membantu menurunkan tekanan darah". Kalium juga "mengurangi ketegangan pada jantung, serta membantu mengatur denyut jantung dan kontraksi otot". Antioksidannya kurangi peradangan penyebab penyakit jantung.
- Bantu Turunkan Berat Badan
"Karena kandungan serat dan air yang terdapat di dalamnya, ubi memberikan rasa kenyang lebih lama". Termasuk karbohidrat kompleks yang "dicerna lebih lambat, namun dapat memberikan energi secara optimal".
- Turunkan Risiko Kanker
"Ubi jalar mengandung antioksidan beta karoten yang mampu menurunkan risiko munculnya beberapa jenis kanker, seperti kanker lambung, kanker usus besar, kanker payudara, dan kanker kandung kemih". Ubi ungu punya antioksidan paling tinggi.
- Kurangi Peradangan.
Ubi jalar mengandung kolin yang bantu "mengatasi serta mengurangi peradangan dan menangkal radikal bebas". Ekstrak ubi jalar ungu punya "efek anti-inflamasi dan antilipogenic positif".
- Sehatkan Kulit
"Vitamin A pada ubi jalar membantu produksi kolagen, serta menjaga elastisitas dan kekenyalan kulit".
- Tingkatkan Fungsi Otak
"Ubi jalar berpotensi meningkatkan kinerja otak. Ubi jalar ini memiliki kandungan antosianin yang dapat meningkatkan daya ingat dengan menangkal radikal bebas". klikdokter.comkeslan.kemkes.go.idhalodoc.comrey.idbeautynesia.idalodokter.comciputrahospita
Disambing ada beberapa manfaat yang dirasakan apabila kita mengkonsumsi ubi jalar tetapi disisi lain ada risiko juga apabila makan ubi jalar berlebih bagi ginjal, Masih dari Health Digest, hati-hati, ubi jalar tinggi potasium, Satu ubi jalar mentah berukuran 5 inci mengandung sekitar 438 miligram potasium. Sedangkan ubi jalar besar yang dimasak dengan kulitnya mengandung lebih dari 850 miligram potasium.
Kadar potasium yang tinggi ini dapat menjadi masalah bagi orang yang menggunakan beta-blocker. Jadi bagi individu yang memiliki penyakit ginjal kronis atau masalah ginjal lainnya, kalium atau potasium dalam ubi jalar sebaiknya diwaspadai. Kandungan kalium dalam ubi jalar memang dapat membantu menyeimbangkan kadar natrium, sehingga mengurangi dampak natrium terhadap ginjal. Namun bagi mereka yang memiliki penyakit ginjal kronis atau sedang menjalani cuci darah, terlalu banyak mengonsumsi mineral ini dapat membahayakan, karena ginjal tidak lagi dapat memprosesnya dengan baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....