Suplemen Sehat dan Bahagia Melalui Fun Hydrotherapy
- 29 Apr 2026 06:12 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Berbagai terapi kesehatan saat ini sangat beragam dan terus berkembang, salah satunya melalui metode terapi air atau hidroterapi. Komunitas Muslimah Swimming Squad (MSS) memiliki istilah lain dari metode terapi air tersebut, yakni Fun Hydrotherapy yang diperkenalkan dan diajarkan kepada para anggota komunitasnya.
Sebelum mengenal jauh tentang apa itu fun hydrotherapy, Founder dari Komunitas Muslimah Swimming Squad (MSS), Euis Kurniawati menjelaskan terapi air atau hidroterapi itu sendiri saat diwawancarai oleh RRI Madiun. “Jadi hidroterapi sendiri itu adalah terapi air atau metode terapi yang memanfaatkan air sebagai media utamanya untuk membantu pemulihan tubuh, mengurangi nyeri, ataupun meningkatkan fungsi fisik maupun mental ya,” ucap Bunda Euis, sapaan akrabnya.
Penambahan kata fun sehingga membentuk istilah baru menjadi fun hydrotherapy pun juga bukan tanpa alasan. Bunda Euis mengungkapkan bahwa fun hydrotherapy ini merupakan metode yang menggabungkan terapi medis air dengan suasana yang menyenangkan yang bisa menjadi solusi bagi berbagai keluhan fisik, mulai dari nyeri sendi hingga pemulihan saraf kejepit. Selain itu juga karena terapi yang dilakukan bersama Komunitas MSS ini secara berjamaah dan ramai-ramai sehingga memberikan efek terapi dan healing sekaligus.
Selain itu, program fun hydrotherapy juga diberikan secara sukarela, sejalan dengan prinsip yang dipegang oleh komunitas yang memiliki kurang lebih 35,000 anggota tersebar di Indonesia dan Malaysia ini, yakni “cukup bayar dengan doa”. “Nah, di Komunitas MSS kan kelas untuk belajar renangnya gratis ya, termasuk hidroterapinya juga kita gratis. Jadi sesuatu yang membahagiakan ketika kita bisa mengambil keuntungan atau manfaat dari sebuah program tanpa perlu mengeluarkan isi dompet, selain juga manfaat lain yang banyak kita dapatkan,”ucap perempuan berusia 43 tahun ini.
Lebih lanjut, Euis juga menjelaskan bahwa kunci utama dari terapi air ini ada pada pada daya apung air atau buoyancy. Daya ini membuat beban yang ditanggung oleh sendi berkurang drastis dibandingkan saat berolahraga di darat.
"Simulasinya begini, jika seseorang berat badannya 80 kg melakukan hidroterapi di air setinggi dada, sendinya hanya akan merasakan beban sekitar 20-30 kg saja. Itulah mengapa di dalam air, seorang anak kecil pun bisa menggendong ibunya dengan mudah karena berat badannya bisa berkurang dengan adanya buoyancy,” jelanya.
Lebih lanjut, ketika kemudian menggunakan hidroterapi atau terapi menggunakan air sebagai media utama, juga bisa dibilang low impact. Dimana sendi itu akan merasakan beban yang tidak seberat ketika bergerak di darat, atau olahraga di darat,
Selain daya apung, penggunaan air menjadi kunci karena air memiliki tekanan air atau hydrostatic pressure yang membantu peredaran sirkulasi darah dan mengurangi pembengkakan. Kemudian adanya juga tahanan air (resistance) juga memungkinkan diri kita melatih kekuatan otot dengan risiko cedera yang jauh lebih kecil daripada latihan beban di darat.
Euis juga menjelaskan terkait suhu pada air juga bisa memberikan efek relaksasi, atau bahkan mengurangi nyeri. “Jadi kalau misalnya hidroterapinya dilakukan di kolam renang dengan air hangat, maka bisa membantu relaksasi ataupun melancarkan sirkulasi, tapi kalau misalnya di kolam dingin gitu kan, akan membantu mengurangi peradangan, atau bahkan juga bisa membuat relaks,” Jelas Bunda Euis.
Hidroterapi lanjut Euis juga sering menjadi suplemen bagi pengobatan medis untuk kasus osteoporosis, skoliosis, hingga pemulihan stroke ringan. Seorang anggota di dalam komunitas MSS pun juga membagikan pengalamannya usai rutin mengikuti fun hydrotherapy ini.
Aisyah, seorang Ibu berusia 54 tahun membagikan bagaimana perubahan yang dirasakan pada tubuhnya usai menjalani terapi ini. “Saya penyintas stroke, jadi bagian tubuh sebelah kanan ini sempat lumpuh, nah setelah latihan hidroterapi, pernafasan, dan ada gerakan kaki membuat tubuh terasa seperti tertarik namun ringan, dan latihan pernapasan juga membuat saya akhirnya bisa mengeluarkan dahak sendiri karena sedang batuk, “ ungkap Aisyah.
Meskipun hidroterapi sering direkomendasikan oleh dokter ortopedi dan rehab medik guna mengatasi keluhan seperti saraf kejepit, nyeri lutut, osteoporosis, hingga pemulihan pasca stroke (bagi yang sudah bisa berdiri mandiri), Euis juga menegaskan bahwa penting untuk tetap berkonsultasi dokter terlebih dahulu jika memang memiliki keluhan medis tertentu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....