Psikolog Ungkap Cara Hadapi Sandwich Generation
- 19 Apr 2026 20:41 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Fenomena sandwich generation menjadi tantangan yang semakin nyata di tengah masyarakat Indonesia. Individu di usia produktif kerap dihadapkan pada tanggung jawab ganda, yakni memenuhi kebutuhan keluarga inti sekaligus mendukung orang tua, yang tidak jarang memicu tekanan finansial dan emosional.
Psikolog, Andi Cahyadi, menjelaskan bahwa kondisi ini perlu dihadapi dengan strategi yang tepat agar tidak berdampak pada kesehatan mental.
“Langkah pertama adalah menerima bahwa peran ini memang berat, sehingga perlu kesiapan mental dan pengelolaan emosi yang baik,” ujarnya pada Jumat 17 April 2026.
Menurut Andi, salah satu cara utama adalah menyusun skala prioritas secara realistis. Individu perlu memahami kemampuan diri, baik dari sisi finansial maupun waktu, agar tidak memaksakan diri memenuhi semua tuntutan sekaligus.
Selain itu, komunikasi terbuka dalam keluarga menjadi kunci penting. Dengan berdiskusi secara jujur bersama pasangan maupun orang tua, pembagian tanggung jawab dapat dilakukan lebih adil dan tidak membebani satu pihak saja.
“Banyak yang merasa harus menanggung semuanya sendiri, padahal peran ini bisa dibagi. Komunikasi yang sehat akan sangat membantu,” jelasnya.
Dari sisi keuangan, perencanaan yang matang juga diperlukan. Andi menyarankan untuk membuat anggaran yang jelas, menyiapkan dana darurat, serta menghindari pengeluaran yang tidak prioritas guna menjaga stabilitas finansial.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan diri. Di tengah kesibukan memenuhi kebutuhan keluarga, individu tetap perlu menyediakan waktu untuk istirahat dan melakukan aktivitas yang dapat mengurangi stres.
“Self-care itu penting. Bukan berarti egois, tapi justru agar kita tetap kuat menjalani tanggung jawab yang ada,” tambahnya.
Selain itu, kemampuan menetapkan batasan atau boundaries juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Mengetahui batas kemampuan diri dapat mencegah kelelahan berlebih dan konflik dalam hubungan keluarga.
“Berani mengatakan tidak ketika sudah di luar kapasitas adalah bentuk menjaga diri, bukan bentuk penolakan terhadap keluarga,” tegas Andi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....