Waspada Gula Asin, Ancaman Tersembunyi dari Garam Berlebih

  • 25 Mar 2026 20:17 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Istilah “gula asin” belakangan ramai diperbincangkan sebagai ancaman kesehatan yang kerap tidak disadari masyarakat. Banyak orang selama ini hanya fokus mengurangi gula manis, namun justru luput dari konsumsi garam berlebih yang juga berbahaya bagi tubuh.

Melalui kanal YouTube-nya, dr. Saddam Ismail menjelaskan bahwa “gula asin” sebenarnya merupakan istilah kiasan untuk garam atau natrium. “Saya sengaja menyebutnya gula asin karena sifat kecanduannya sama persis seperti gula biasa,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, produsen makanan kemasan kerap menambahkan natrium dalam jumlah tinggi untuk meningkatkan cita rasa.

“Tujuannya supaya makanan terasa sangat enak dan membuat orang ingin terus mengonsumsi,” jelasnya.

Menurutnya, perpaduan antara gula manis dan garam dalam makanan kemasan dapat menciptakan efek candu pada otak.

“Perpaduan ini membuat kamu tidak bisa berhenti mengunyah dan akhirnya terus membeli lagi,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsumsi gula berlebih dapat merusak sistem metabolisme tubuh.

“Gula manis bekerja merusak tubuh secara perlahan hingga memicu diabetes tipe 2,” ungkapnya.

Sementara itu, garam berlebih memiliki dampak yang tidak kalah serius, terutama pada sistem pembuluh darah.

“Garam ini memicu peningkatan volume darah yang menekan pembuluh darah dan menyebabkan hipertensi,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa baik gula manis maupun “gula asin” memiliki tingkat bahaya yang sama.

“Fakta medis menunjukkan keduanya memiliki level bahaya yang setara,” katanya.

Bahaya terbesar, lanjutnya, justru muncul dari konsumsi makanan cepat saji dan produk kemasan.

“Makanan kemasan sering menyembunyikan kombinasi gula dan natrium dalam jumlah tinggi,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....