Cara Melindungi Diri dari Konten Pelecehan di Media Sosial
- 24 Mar 2026 14:36 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Maraknya konten pelecehan di media sosial menjadi perhatian serius, terutama bagi generasi muda yang aktif di ruang digital. Paparan konten yang tidak pantas, baik berupa komentar, pesan pribadi, maupun video, dapat berdampak pada kondisi psikologis jika tidak disikapi dengan tepat.
Psikolog Andi Cahyadi menjelaskan bahwa langkah pertama yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kesadaran diri terhadap batasan pribadi atau personal boundaries di dunia digital.
“Setiap individu berhak merasa aman dan nyaman di media sosial. Jika ada konten atau interaksi yang membuat tidak nyaman, itu adalah sinyal untuk segera mengambil tindakan,” ujarnya Kamis 19 Maret 2026.
Menurutnya, salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan fitur keamanan yang tersedia di platform, seperti memblokir akun, melaporkan konten, serta membatasi interaksi dengan orang yang tidak dikenal.
Selain itu, penting untuk tidak merespons konten pelecehan secara emosional. Respon yang berlebihan justru dapat memperpanjang interaksi dan memberi ruang bagi pelaku untuk terus melakukan tindakan serupa.
“Lebih baik fokus pada perlindungan diri, bukan pada membalas. Kesehatan mental harus jadi prioritas utama,” tambahnya.
Andi juga menyarankan agar remaja lebih selektif dalam membagikan informasi pribadi di media sosial. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko menjadi target pelecehan atau penyalahgunaan konten.
Tidak kalah penting, dukungan dari lingkungan sekitar juga berperan besar. Remaja yang mengalami pelecehan disarankan untuk bercerita kepada orang terpercaya, seperti orang tua, teman, atau guru.
Ia menegaskan bahwa korban tidak boleh merasa sendirian atau menyalahkan diri sendiri atas kejadian yang dialami.
“Pelecehan bukan kesalahan korban. Penting untuk mencari bantuan agar kondisi emosional tetap terjaga,” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....