Gen Z Rentan Stres karena Pertanyaan Lebaran?

  • 24 Mar 2026 01:19 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Momen Idulfitri biasanya menjadi waktu yang dinanti untuk berkumpul bersama keluarga besar dan mempererat tali silaturahmi. Namun di balik suasana hangat tersebut, sebagian generasi muda atau Gen Z justru merasakan tekanan sosial akibat pertanyaan-pertanyaan pribadi yang sering muncul saat momen Lebaran.

Psikolog Andi Cahyadi menjelaskan bahwa pertanyaan seperti “sudah kerja di mana?”, “kapan lulus?”, hingga “kapan menikah?” sering kali dianggap sebagai hal yang biasa oleh orang yang bertanya. Namun bagi sebagian Gen Z, pertanyaan tersebut bisa memicu perasaan tidak nyaman bahkan stres.

“Pertanyaan seperti itu sering kali membuat generasi muda merasa sedang dinilai atau dibandingkan dengan orang lain. Padahal setiap orang memiliki proses hidup yang berbeda,” ujarnya pada Rabu 18 Maret 2026.

Menurut Andi, Gen Z saat ini berada pada fase kehidupan yang penuh pencarian jati diri, mulai dari menentukan pendidikan, karier, hingga arah masa depan. Ketika mereka terus-menerus mendapat pertanyaan yang bersifat personal, hal tersebut dapat menimbulkan tekanan psikologis.

Ia menambahkan bahwa generasi muda saat ini juga lebih sadar akan isu kesehatan mental. Karena itu, mereka cenderung lebih peka terhadap situasi yang membuat mereka merasa tidak nyaman secara emosional.

“Bagi sebagian orang mungkin itu hanya basa-basi saat berkumpul keluarga. Tetapi bagi yang sedang menghadapi tekanan hidup atau merasa belum mencapai ekspektasi tertentu, pertanyaan itu bisa memicu kecemasan,” jelasnya.

Andi menyarankan agar masyarakat, khususnya keluarga, dapat lebih bijak dalam membuka percakapan saat momen Lebaran. Alih-alih menanyakan hal-hal yang terlalu personal, percakapan dapat diarahkan pada topik yang lebih ringan dan membangun.

Di sisi lain, generasi muda juga diharapkan dapat menyikapi situasi tersebut dengan lebih santai dan tidak menjadikannya sebagai tekanan yang berlebihan.

“Yang paling penting adalah menjaga komunikasi yang sehat dalam keluarga. Momen Lebaran seharusnya menjadi ruang untuk saling mendukung dan mempererat hubungan,” pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....