Kenali Tanda-Tanda Gaslighting Sejak Dini
- 31 Jan 2026 02:20 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun: Gaslighting menjadi salah satu bentuk kekerasan emosional yang kerap terjadi tanpa disadari, terutama dalam hubungan pertemanan, keluarga, maupun relasi romantis. Fenomena ini membuat korban meragukan pikiran, perasaan, hingga realitas yang mereka alami sendiri.
Psikolog Andi Cahyadi menjelaskan, gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis yang dilakukan secara perlahan dan berulang. Pelaku biasanya membuat korban merasa berlebihan, salah paham, atau bahkan merasa bersalah atas situasi yang sebenarnya tidak mereka lakukan.
“Gaslighting sering dibungkus dalam kalimat sederhana seperti ‘kamu terlalu sensitif’, ‘itu cuma di kepala kamu’, atau ‘kamu yang salah ingat’. Jika terus-menerus terjadi, korban bisa kehilangan kepercayaan pada diri sendiri,” ujar Andi, kamis 29 Januari 2026.
| Baca juga: Waspada TBC pada Anak, Kenali Gejalanya |
Menurutnya, salah satu tanda awal gaslighting adalah ketika seseorang mulai sering meragukan keputusan dan ingatannya sendiri, meski sebelumnya yakin. Korban juga cenderung merasa bersalah tanpa alasan jelas dan merasa perlu meminta validasi dari pelaku untuk setiap hal kecil.
Andi menambahkan, anak muda menjadi kelompok yang cukup rentan mengalami gaslighting karena masih berada dalam fase pencarian jati diri dan sangat dipengaruhi oleh relasi sosial. Ketergantungan emosional dan keinginan untuk diterima sering dimanfaatkan oleh pelaku.
“Gaslighting tidak selalu disertai kekerasan fisik atau pertengkaran besar. Justru sering terjadi dalam hubungan yang tampak normal dari luar,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya kesadaran sejak dini untuk mengenali pola hubungan yang tidak sehat. Menuliskan kejadian yang dialami, berbicara dengan orang terpercaya, serta berani menetapkan batasan menjadi langkah awal yang bisa dilakukan korban.
“Kalau sebuah hubungan membuat seseorang terus merasa kecil, ragu, dan kehilangan kepercayaan diri, itu tanda serius yang tidak boleh diabaikan,” tambah Andi.
Psikolog Andi Cahyadi mengimbau anak muda untuk tidak menormalisasi perilaku manipulatif atas nama cinta atau kedekatan. Hubungan yang sehat seharusnya memberikan rasa aman, bukan membuat seseorang mempertanyakan kewarasan dirinya sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....