Kesadaran Warga Ponorogo Jadi Kunci Selamatkan Sumber Air

  • 26 Apr 2026 18:33 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Keberadaan sumber mata air di Ponorogo dinilai sangat bergantung pada kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar. Tanpa keterlibatan warga, upaya pelestarian air disebut sulit berjalan secara maksimal dan berkelanjutan.

Pelaku konservasi Maryono mengatakan masyarakat sekitar harus ikut merawat kawasan resapan air dan menjaga kebersihan lingkungan. Sebab warga menjadi pihak pertama yang merasakan manfaat langsung dari tersedianya air bersih setiap hari.

Menurutnya, komunitas lingkungan hanya berperan sebagai penggerak, pendamping, dan pemberi edukasi kepada masyarakat. Namun keberhasilan program konservasi tetap ditentukan oleh kesadaran warga setempat.

“Tanpa ada gerakan masyarakat lokal dan sekitar, enggak bisa berjalan. Tetap masyarakat harus terlibat,” ujar Maryono dalam program Green Radio Pro 1 RRI Madiun, Sabtu 25 April 2026 melalui pertemuan secara daring.

Ia menjelaskan, bentuk keterlibatan warga bisa dilakukan dengan menanam pohon di sekitar sumber air, menjaga sungai dari sampah, serta tidak merusak kawasan hutan. Langkah sederhana tersebut dinilai mampu menjaga debit air tetap stabil.

Maryono menilai saat ini masih banyak ancaman terhadap sumber mata air, mulai dari alih fungsi lahan, penebangan pohon, hingga limbah rumah tangga yang dibuang sembarangan. Jika kondisi itu terus terjadi, kekeringan dapat menjadi ancaman serius saat musim kemarau datang.

Selain berdampak pada kebutuhan rumah tangga, berkurangnya sumber air juga bisa mengganggu sektor pertanian dan ekonomi masyarakat desa. Karena itu, menjaga sumber air harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Maryono berharap generasi muda ikut ambil bagian dalam gerakan pelestarian lingkungan. Dengan keterlibatan anak muda, upaya menjaga sumber mata air diyakini dapat terus berlanjut di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....